Fatkur Rohman, saat rapat bersama Bappedalitbang
Mili.id - Komisi A DPRD Kota Surabaya, bersama Bappedalitbang yang diwakili Nina Aggraeni pembahasan optimalisasi penggunaan Trans Semanggi Suroboyo dan Suroboyo Bus sebagai Angkutan Umum di Kota Surabaya, secara daring pada Jumat (4/3)
Anggota Komisi A Fatkur Rohman mengaku mengusulkan dua hal. Pertama, berbasis evaluasi, dalam hal ini, ia mendorong agar ada kajian dengan pendekatan Based On MArket. "Jadi kembali ke awal program ini bergulir, dulu marketnya siapa? Apakah program ini sudah sesuai target awal?" tutut Fatkur
Baca juga: Suroboyo Bus Makin Diminati, Penumpang Naik 3 Kali Lipat dalam 6 Tahun
Untuk mengetahui hal itu, Fatkur menyatakan perlu ada research yang melibatkan akademi dengan target data mentah dari market. "Sehingga perlu yang namanya Re-Planning dalam banyak aspek. Seperti apa service yang di inginkan oleh market." ungkapnya.
Baca juga: Agar Terpusat, Jadwal Feeder Harus Tepat Waktu
Melalui kajian ini, Fatkur berharap, ke depan program ini bisa berjalan lebih tepat sasaran sesuai target yang ditentukan. "Termasuk apakah rutenya sudah terbaik, alternatif mekanisme payment nya, dan lain-lain, harus ada analisa." jelas Fatkur.
Menurutnya, jika dilihat trend saat ini, dunia digital dan teknologi merambah ke dunia transportasi, yang mana teknologi memberikan layanan berupa kepastian dan kenyamanan, misalnya Pesawat dan Kereta Api, tiket dan kepastian pemberangkatan sudah menggunakan teknologi dengan munculnya banyak aplikasi.
Baca juga: Dukung Bus Listrik di Surabaya, Ketua DPD RI: Minta Segera Beroperasi
"Mungkin Pemkot bisa menjadi Pionir untuk mengembangkan aplikasi berbasis teknologi untuk program bus ini. Bisa menjadi bahan kajian dengan leading sector di Diskominfo." demikian Fatkur.
Editor : Redaksi
