Event A Roasting Night 'Nyelatu Gus Fawait' (Foto: Hatta/mili.id)
Jember - Para milenial di Jember antusias mengikuti event bertajuk A Roasting Night 'Nyelatu Gus Fawait'.
Sejumlah komika, para melenial, calon bupati (cabup) Jember nomor urut 02 Muhammad Fawait (Gus Fawait) dan istrinya tampak menikmati acara yang berlangsung 2 jam di Aula Hotel Grand Valonia Jember pada Minggu (13/10/2024) malam itu.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
Saat masuk ruangan, Gus Fawait disambut potongan lagu Madu Tiga milik Ahmad Dhani. Politisi Partai Gerindra itu langsung mendapat roastingan dari 3 komika ternama di Jember, yaitu Bagas, Raka, dan Hengky.
Roastingan mereka membahas soal isu istri yang lebih dari satu, program atau visi dan misinya berkampanye, serta soal warna pink untuk baju dan banner Gus Fawait.
Bahkan dalam roastingan Hengky, wajah Gus Fawait disebut mirip pemain sepak bola Persita Tangerang, Egi Melgiansyah.
Gus Fawait mengatakan, roastingan yang ditujukan padanya adalah cara anak muda untuk menyampaikan kritikan secara ekspresif.
Hal itu ia nilai sebagai bentuk ekspresi positif, menyoroti persoalan yang ada di Jember.
"Saya pikir ini pertama kali saya di-roasting dan rasanya wow, luar biasa. Tapi saya senang, karena anak muda itu memang ekspresif. Jadi memang anak-anak muda itu harus kita wadahi, supaya keinginan dari anak muda itu memunculkan potensi-potensi baru," tutur Gus Fawait.
Menurutnya, meski mendapat roastingan selama 2 jam, acara yang dikemas dalam bentuk stand up comedy itu memberikan dampak positif secara ekonomi.
"Contoh kayak acara hari ini. Ini berbayar loh, ada tiketnya. Artinya itu bisa menambah banyak hal, pertumbuhan ekonomi jalan, pendapatan dari pajak jalan, dan lain sebagainya. Maka ke depan kami akan menyiapkan program-program untuk anak-anak muda. Contoh kayak bagaimana roasting ini menjadi salah satu event yang mungkin bagus dikembangkan di Jember," papar dia.
Dia juga menyinggung soal eksistensi brand anak muda, komunitas musik, komunitas budaya, hingga komunitas motor dan mobil yang harus terwadahi.
"Jangan sampai ketika anak-anak muda (berkreasi), selalu dianggap kenakalan remaja. Kita justru hanya menyalahkan saja," sambungnya.
Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim
Gus Fawait menyebut bahwa dengan kritik yang disampaikan, menunjukkan bahwa para milenial di Jember telah mengetahui program-program yang telah ia susun.
"Kami memang menunggu respon balik seperti itu. Tinggal kita jelaskan, contoh kenapa kita kasih bantuan untuk desa Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar. Karena memang kita tahu hari ini kemiskinan banyak di desa. Maka pertumbuhan ekonomi harus dimunculkan dari desa, maka ada intervensi dari pemerintah kabupaten, level government expenditure atau APBD yang kita transfer kepada daerah. Maka kemiskinan di desa bisa ditekan," sambungnya.
Gus Fawait juga mendapat sorotan soal programnya membangun dan memperbaiki tempat-tempat ibadah.
"Kami tulis secara jelas di situ, bahwa program kami membangun seribu rumah ibadah. Tidak diperjelas itu masjid atau musala. Karena semua yang berkaitan dengan ibadah, kita harus perhatikan di Jember. Jember adalah rumah besar kita, rumah semua agama, rumah segala suku budaya, rumah semua golongan," papar dia.
Sementara Ketua Panitia, Rizky Biebier menyebut bahwa event ini sebagai bentuk kritikan positif ala anak muda, untuk lebih mengenal calon pemimpin mereka ke depan.
"Siapa saja wakil rakyat yang mau saya roasting? Saya persilahkan. Karena dari acara yang saya kemas ini, sudah saya buka penawaran lewat Instagram," tutur Rizky.
"Saya pernah ngeroasting Cak Thoriq di Lumajang, kok calon bupati kita (Jember) kok nggak ada yang mau di-roasting dan nggak ada yang ngerespon. Sampai suatu ketika Gus Fawait yang memang merespon. Oke lah," sambungnya.
Komika asal Jember ini menilai, event ini sebagai upaya mengenal sosok calon pemimpin.
"Dari roasting itu saya nggak mau ngejek-ngejek sebegitunya, tapi saya pengen mengenalkan bagaimana sikap seorang pemimpin ke rakyat. Tujuannya untuk apa? Biar anak muda bisa benar-benar menyampaikan aspirasinya," terang dia.
"Ini bukan acara kampanye. Anak-anak nggak cuma sekedar bullyan. Tapi ada saran-saran yang berkembang untuk Jember ke depannya," tambah Rizky.
Dia pun berharap, siapa pun nantinya yang terpilih menjadi bupati Jember, bisa memberikan ruang berekspresi bagi anak muda.
"Saya minta tolong agar anak-anak muda dikasih ruang untuk berekspresi, benar-benar memberikan aspirasinya untuk menyampaikan Jember ke depan," tandasnya.
Editor : Narendra Bakrie
