Teror Perusakan SD di Banyuwangi Diduga Didalangi Komplotan Pencuri, Ini Tampangnya

Teror Perusakan SD di Banyuwangi Diduga Didalangi Komplotan Pencuri, Ini Tampangnya © mili.id

Kolase komplotan pencuri yang diduga mendalangi aksi teror sejumlah SD di Muncar, Banyuwangi (Foto: Dok. Polsek Muncar for mili.id)

Banyuwangi - Rentetan teror perusakan sejumlah SD di Muncar, Banyuwangi, diduga didalangi komplotan pencuri.

Dua pencuri yang selama ini diduga melakukan perusakan dan seorang penadah diringkus Unit Reskrim Polsek Muncar.

Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi Tetap Lestari, Wujud Syukur Warga Osing atas Sumber Kehidupan

Mereka diburu Unit Reskrim Polsek Muncar setelah mendapat laporan perusakan di SDN 3 Kedungringin, kecamatan setempat pada Senin (23/9/2024) lalu.

Kedua pencuri itu berinisial WS (21) dan YA (25), warga Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Keduanya ditangkap saat akan mencuri pompa air di salah satu SD.

"Kita amankan kedua pelaku ketika hendak mencuri pompa air di SDN 3 Muncar pada hari Rabu sekira pukul 18.00 WIB," jelas Kapolsek Muncar, Kompol Akhmad Ali Masduki, Minggu (29/9/2024).

Dalam pemeriksaan, kedua pelaku mengakui turut mengambil dua mesin pemotong milik tukang bangunan, yang sebelumnya telah melapor ke Mapolsek Muncar.

Ali menambahkan, aksi pencurian mesin gerinda itu terjadi pada 15 September lalu. Keduanya masuk rumah korban dengan cara memanjat pagar.

Baca juga: Nini Carlina Comeback di Kampung Halaman, Rilis Lagu Religi “Siti Hajar” Penuh Haru

"Keduanya (pelaku) masuk ke rumah korban bernama David dengan cara memanjat pagar tembok. Lalu keduanya mengambil gerinda yang ada di gudang," terangnya.

Selanjutnya, hasil kejahatan WS dan YA dijual kepada penadah berisinial AS (25), asal Desa Sunberberas, Kecamatan Muncar. Ali menyebut jika AS sudah diamankan bersama kedua pelaku.

"Sudah kita amankan. Beserta barang bukti mesin gerinda hasil curian yang dibeli AS," bebernya.

Soal keterlibatan komplotan ini dalam rentetan teror ke sejumlah SD di Muncar, Ali menyebut hal itu masih dikembangkan dan terus didalami. Namun tidak menutup kemungkinan keduanya berada di balik rentetan aksi teror tersebut.

Baca juga: Pencuri Kalung Emas Dibekuk, Rugikan Toko di Sragen Puluhan Juta Rupiah

"Sementara masih kita kembangkan. Yang jelas, keduanya (pelaku) sudah diamankan dan kita tetapkan menjadi tersangka. Selanjutnya dilakukan pengembangan dan kita curigai mereka berada di balik aksi tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, teror menimpa SDN 3 Kedungringin, Kecamatan Muncar pada Senin (23/9/2024). Tak hanya merusak sejumlah fasilitas sekolah, pelaku juga mengirim pesan bernada mengejek melalui dinding sekolah.

Aksi serupa terjadi di SDN 1 Kedungreo, SDN 1 Tembokrejo, SDN 1 Tapanrejo dan satu taman kanak-kanak (TK). Selain mengacak-acak ruangan kelas dan guru, pelaku turut mengirimkan pesan bernada ejekan.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait