Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo.
Situbondo - Pencairan dana salah satu program unggulan bagi pelajar berprestasi yakni Situbondo Cerdas tersendat dengan alasan masih proses.
Padahal, sejumlah putra-putri berprestasi di Kabupaten Situbondo, yang mendapat program beasiswa itu, sangat membutuhkan biaya itu agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di beberapa daerah di Indonesia.
Baca juga: BAZNAS dan Kemdiktisaintek Perkuat Sinergi, Perluas Beasiswa hingga Pemberdayaan Mahasiswa
Seperti yang dialami salah seorang mahasiswi semester III Universitas Brawijaya (UB) Malang, Aisyah Safa Rianti, anak Mardi Suyanto, seorang juru parkir asal Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
"Hingga kini, anggaran program Situbondo cerdas belum cair, dengan alasan yang tidak jelas. Padahal, sebelumnya tidak pernah terlambat," ujar Mardi Suyanto, saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kamis (26/9/2024).
Sehingga untuk saat ini dalam memenuhi kebutuhan puterinya di UB di Malang, seperti membayar UKT, dan membayar tempat kos, dirinya terpaksa mencari pinjaman kepada tetangga.
Sedangkan untuk biaya makan anaknya setiap hari, dirinya transfer uang kepada Safa sebesar Rp 50 ribu setiap harinya.
"Untuk mensiasati biaya makan setiap hari, setiap hari harus transfer uang sebesar Rp 50 ribu. Itu dilakukan karena saya hanya bekerja sebagai juru parkir," ujar Mardi Suyanto.
Baca juga: Komitmen Bersih Narkoba, Kapolres Situbondo Jalani Tes Urine bersama PJU dan Kapolsek Jajaran
Juru parkir yang akrab dipanggil Didik menjelaskan, karena hingga kini, anggaran program Situbondo Cerdas belum cair dari Kantor Dispendikbud Situbondo, sedangkan saat ini, pihaknya ditagih uang kos anak selama dua bulan.
"Karena saya hanya bekerja sebagai juru parkir, dengan penghasil pas-pasan. Oleh karena itu, saya sangat berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo segera mencairkan uang beasiswa tersebut,”harapnya.
Didik menjelaskan, jika putrinya mendapat program beasiswa Situbondo Cerdas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, namun ritme atau realisasi pencairannya tidak menentu.
Baca juga: SPMB 2026, DPRD Surabaya Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah
“Sekarang, putri saya sudah sementer III kuliah di Universitas Brawijaya, Malang. Jika, pencairan Beasiswa Situbondo Cerdas itu tertunda-tunda terus, saya khawatir putrinya tidak bisa melanjutkan kuliah. Sedangkan, penghasilan saya jadi juru parkir pas-pasan dan tidak menentu,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, saat komfirmasi media ini melalui sambungan selulernya mengatakan bahwa pencairan Beasiswa Situbondo Cerdas tahun 2024 sedang berproses.
“Kita sedang melakukan proses seleksi Beasiswa Situbondo Cerdas tahun 2024. Oleh karena itu, bagi penerima Beasiswa Situbondo Cerdas agar bersabar,” kata Ratnakoba, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo.
Editor : Aris S
