Aksi Ratusan Mahasiswa Jember Untuk Kawal Putusan MK. (Atta Hatta/Mili.id)
Jember - Setelah sehari sebelumnya massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember menggelar aksi unras untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK), hari ini, Jumat (23/8/2024), massa dari aliansi ormawa se-Jember melakukan aksi serupa.
Bahkan aksi kali ini jumlah massa yang lebih banyak dan tidak hanya dari GMNI, namun juga tampak dari IMM, HMI, PMII dan juga dari BEM Universitas se-Kabupaten Jember.
Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism
Terkait aksi unras hari ini, diawali dengan berkumpul di double Way Unej, kemudian massa aksi sekitar pukul 15.00 WIB melakukan aksi longmarch menuju bundaran DPRD Jember.
Dalam aksi unras kali ini, ratusan mahasiswa ini mendesak DPRD Jember sebagai wakil rakyat untuk berada dalam satu barisan yang sama yakni untuk mengawal putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Putusan MK Nomor 70/PUU-XXII/2024, juga menolak upaya DPR RI untuk melakukan revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.
"Aksi ini dari teman-teman aliansi Mahasiswa se Jember, yang aksinya juga sudah dilakukan sejak kemarin. Juga dari teman-teman BEM. Dari hasil komunikasi kemarin, kita memutuskan bahwa aliansi ini dirubah bukan lagi menjadi Aliansi Jember Menggugat. Tapi menjadi koalisi Indonesia Menggugat Plus Jember," kata Korlap Aksi Ahmad Deni Rofiqi saat dikonfirmasi di sela aksi.
Baca juga: Aston Jember Sajikan Sensasi Street Food Jepang Autentik
Kata Deni, untuk aksi unras yang dilakukan, dimaksudkan sebagai sebuah upaya sederhana, yakni untuk mengingatkan publik tentang kondisi demokrasi saat ini yang nilai-nilainya dihancurkan.
"Kita ingin mengingatkan publik bahwa ada sesuatu dan yang paling penting adalah satu. Bagaimana kita mengawal Putusan MK Nomor 60 dan 70, kedua mendesak DPR RI dalam posisi Legal Standing putusan MK Nomor 60 dan 70 itu," tegasnya.
Baca juga: Demo HUT Bhayangkara, Mahasiswa UI Dicegat Polisi Sebelum Tiba di Mabes Polri
Sementara itu menurut Korlap Aksi Utama Yudha Dwi Prasetyo, lewat aksi unras babak kedua yang dilakukan saat ini diharapkan menjadi sebuah penegasan, tentang kondisi krusial soal nilai-nilai demokrasi dan kontalasi politik yang tampak dihancurkan.
"Terkait tujuan demonstrasi ini dari berbagai elemen. Bukan serta merta tanpa alasan. Kita melihat konstalasi politik hari ini, bagaimana para pelaku politik menggunakan kesewenang-wenangannya dalam menjalankan negara," kata Yudha.
Editor : Aris S
