Sumur yang airnya panas berasap di Sidoarjo (Foto: Ist)
Sidoarjo - Fenomena air sumur panas dan berasap menghebohkan warga Perumahan Mutiara Citra Asri, Citra Taman Apsari, Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
Salah satu warga RT 18 RW 5, Supriyono mengatakan, warga sekitar baru mengetahui air sumur yang berada di Balai RW itu memunculkan panas dan berasap pada Selasa (6/8/2024) malam.
Baca juga: Cegah Krisis Sampah Sejak Dini, Pemkab Sidoarjo Perkuat TPS 3R dan Pengawasan Berbasis Digital
"Ketahuannya Selasa malam. Awalnya kita juga enggak nyadar, waktu itu ngecat mau bersihin kuas, kok (airnya) panas," ungkap Supriyono kepada wartawan, Jumat (9/8/2024).
Keesokan harinya, ia bersama warga mengecek kadar panas air dalam sumur tersebut. Mereka dibuat kaget setelah mengetahui suhu air dari sumur itu mencapai 52 derajat.
"Rabu (7/8/2024) pagi, saya cek 52 (derajat). Baru kali ini panasnya. (Membuat) sumurnya perkiraan sekitar 2005 sampai 2006, kami yang membuat karena enggak ada sumur di sini," beber dia.
Kini, suhu air dalam sumur tersebut mulai berangsur turun. Namun, warga hingga sekarang masih belum mengetahui penyebab air itu menjadi panas.
"Terakhir saya cek sekitar 42 derajatan, tapi pertama muncul sekitar 52 derajat. Iya (hanya satu sumur panas), yang lain sumurnya ada yang sudah ditutup, terus pakai pompa," paparnya.
Baca juga: Wabup Sidoarjo Hadiri Grand Final Gukyuk Cilik 2026, Dorong Generasi Muda Jadi Duta Wisata Daerah
Sementara warga lain, Wiwik Nuzullah membenarkan terkait peningkatan suhu air sumur tersebut. Menurutnya, air panas itu tidak mengeluarkan bau apapun.
"Saya dulu rumahnya di Porong dekat (semburan lumpur) Lapindo, jadi tahu bedanya. Kalau (air sumur) ini enggak ada baunya sama sekali, hanya keluarkan panas," tutur Wiwik.
Menurut Wiwik, sumur tersebut sempat mengeluarkan asap ketika penutupnya dibuka pertama kali. Dia menduga, hal tersebut merupakan uap yang dihasilkan oleh panasnya air.
Baca juga: Gerindra Sidoarjo Apresiasi Evaluasi Pimpinan BGN oleh Presiden Prabowo
"Kemarin pas dibuka orang-orang itu berasap, mungkin terlalu panas dan tertutup jadinya keluar asap. Langsung ramai di grup-grup WA (WhatsApp) warga, katanya air di balai (RW) jadi panas," paparnya.
Wiwik mengungkapkan, sumur rumah warga yang berada di sekitar lokasi tidak ikut mengeluarkan panas. Namun, mereka tetap khawatir akan ada kejadian lanjutan setelah perubahan suhu pada sumur itu.
"Rumah saya dari sini (sumur panas) jaraknya empat rumah enggak terdampak, yang selisih satu tembok juga enggak terdampak. Tapi ya tetap khawatir mereka, takutnya ada apa-apa," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
