Aktifitas siswa di SDN Dawuhan Kecamatan Tenggarang Bondowoso usai gedung kelasnya ambruk. (Faqih for Mili.id)
Bondowoso - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso yang awalnya merencanakan pembangunan gedung SDN Dawuhan yang ambruk dengan menggunakan anggaran di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2024 dibatalkan.
Sebab nantinya anggran untuk perbaikan gedung SDN Dawuhan yang ambruk akibat bencana itu, pembangunannya bakal menggunakan anggaran kebencanaan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).
Baca juga: Jumat Berkah Berbagi Polres Bondowoso, 500 Nasi Kotak Dibagikan kepada Jamaah Usai Salat Jumat
"Untuk SDN Dawuhan sudah diakomidir dan diambilkan dari anggaran BNPB," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yuliati kepada Mili.id, Selasa (2/7/2024).
Saat peristiwa bencana, Kalaksa BPBD Kabupaten Bondowoso adalah Dadan Kurniawan yang saat ini sudah bertugas sebagai Dinas Perkim setempat sudah mengusulkan ke BNPB.
"Saat itu sudah diusulkan jadi tahun ini sudah bisa direalisasikan," kata perempuan yang juga menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bondowoso ini.
Sedangkan ketika disinggung beberapa gedung sekolah yang rusak belakangan seperti SDN Lumutan pada pertengahan Juni 2024, ada solusi lain.
"Untuk di Lumutan diakomodir dari dana APBD. Siswa di sana sekitar 60 siswa. Jadi tidak bisa diajukan di DAK (Dana Alokasi Khusus)," tuturnya.
Baca juga: Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Bondowoso Tebar Kepedulian untuk Purnawira dan Warakawuri
Sejauh ini, Pemkab Bondowoso tengah memetakan mana saja gedung sekolah yang sudah tidak laik.
"Yang bisa didanai dari DAK, maka akan diupayakan untuk dapat dana DAK dengan mengupload secara rutin di data dapodik," ucapnya.
Namun bagi yang tidak tercover DAK, maka dianggarkan dari P-APBD tahun 2024 atau APBD tahun 2025 nanti.
"Dan InsyaAllah di P-APBD akan ada beberapa lembaga yang mendapatkan alokasi untuk rehab," sebutnya.
Kendati demikian, Haeriyah menyatakan jika lembaga pendidikan yang bakal digarap merujuk skala prioritas.
"Kita akan buat skala prioritas menurut kondisi atau yang paling urgent untuk segera kita atasi," janjinya.
Editor : Aris S
