Hamil di Usia 35 Cenderung Risiko Kecacatan Bayi Tinggi, Ini Penjelasan Bupati Ikfina

Hamil di Usia 35 Cenderung Risiko Kecacatan Bayi Tinggi, Ini Penjelasan Bupati Ikfina © mili.id

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mensosialisasikan rentannya kehamilan di usia 35 tahun. Foto : (nana/mili.id)

Mojokerto - Risiko kehamilan di atas usia 35 tahun berdampak buruk pada janin yang dikandung, hal ini disebabkan karena sel telur memiliki usia yang sama dengan manusianya dan semakin bertambahnya umur, kualitas sel telur tidak semakin baik.

"Kalau usia ibu 35, maka sel telurnya juga sudah 35 tahun. Karena sebelum lahir, sel telur sudah terbentuk. Itulah kenapa risiko kecacatan bayi dengan ibu usia lebih dari 35 tahun cukup tinggi. Hamil di usia lebih dari 35 tahun pastinya beda dengan sebelum itu," beber Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Jumat (28/6/2024).

Baca juga: Ratusan Relawan Mojokerto Ikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ini Kata Cak Sumardi

Untuk itu, Bupati yang berlatar belakang seorang dokter ini menganjurkan agar para ibu yang usianya di atas 35 tahun dianjurkan untuk menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

MKJP sendiri merupakan metode kontrasepsi yang dinilai paling efektif untuk mengendalikan kehamilan dan kelahiran.

Berdasarkan studi terdahulu, lanjut Ikfina, MKJP dapat membantu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan secara lebih baik, diibandingkan dengan metode kontrasepsi yang lain.

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

"Kalau sudah 35 tahun tapi belum menopause (masih menstruasi), pakai MKJP yakni metode operasi wanita (MOW/tubektomi). Itu pilihan pertama. Selanjutnya ada opsi IUD dan implan," imbuhnya.

Ikfina menambahkan, tentang konsep GenRe (Generasi Berencana) yang harus dikomitmenkan khususnya pada pelajar di usia remaja.

Baca juga: Dari Kandang Binaan ke Meja Warga, Kurban Berkah BAZNAS Mojokerto Hidupi Peternak dan Ribuan Mustahik

Melalui GenRe ini, ia berharap agar kedepannya para pelajar remaja ini bisa merencanakan pada usia berapa mereka akan bekerja, menikah, dan memiliki anak.

"Melalui GenRe, nanti anak remaja akan berusaha untuk merencanakan bagaimana hidupnya nanti, akan lulus sekolah di usia berapa, bekerja di usia berapa, dan akhirnya menikah hingga punya anak berapa," imbuhnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait