Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memetik kopi khas Trawas di Pondok Karhutla, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Minggu (23/6/2024) - (Foto : Diskominfo Kab. Mojokerto)
Mojokerto - Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto kini tak hanya terkenal menjadi jujugan wisata alam maupun kuliner. Namun juga biji kopinya.
Kali ini, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati berkesempatan memetik langsung memetik biji kopi yang rata-rata di tanam diketinggian 950 sampai 1.200 mdpl, Minggu (23/6/2024).
Kehadiran bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini untuk mendukung pagelaran festival kopi di Bumi Majapahit, yang rutin digelar setiap tahun.
Festival kopi tersebut sebagai ajang untuk memamerkan kopi khas Trawas kepada para pengusaha untuk meningkatkan perekonomian warga.
"Saya inginnya setiap Hari Jadi Kabupaten Mojokerto dibuatkan festival kopi sebagai ajang untuk pamer kopi Trawas kepada para pengusaha kopi maupun pemerhati kopi. Dan kegiatan minum kopinya itu dikemas berbeda dan menarik. Serta dinikmati dengan situasi dan cara yang berbeda. Ini tentu sangat menarik," tutur Ikfina tertulis, Senin (24/6/2024).
Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi
Ikfina menyebut, bisnis perkebunan kopi di Kabupaten Mojokerto ini merupakan suatu langkah usaha positif untuk menggerakkan perekonomian warga.
Terlebih, harga jual kopi Trawas saat ini untuk pasar lokal cenderung lebih mahal dari pada pasar ekspor.
"Jadi ini peluang buat kita untuk berkomitmen mengembangkan potensi kopi ini. Dan tidak harus mengejar ekspor, karena pasar dalam negeri kita masih mahal. Sedangkan ekspor harganya murah. Apalagi pasar di dalam masih belum kita penuhi karena permintaan yang tinggi," papar dia.
Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto
Untuk itu, Ikfina mengajak warga Trawas untuk terus menjaga kelestarian alam.
"Dengan adanya pohon ini, saat terkena air hujan kalau langsung semua masuk ke tanah tanpa ada perlambatan, maka akan kesulitan dia meresap jauh ke dalam tanah. Kalau diterima pohon dulu, tetesannya akan lambat sehingga tanah bisa menampung dan baik penyerapan airnya," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
