Gedung Grahadi Surabaya Dibakar Massa
Sabtu, 30 Agu 2025 22:15 WIBKerusuhan malam ini merupakan kali kedua, setelah pada Jumat malam kemarin, massa juga membakar motor yang terparkir di dalam Grahadi.
Kerusuhan malam ini merupakan kali kedua, setelah pada Jumat malam kemarin, massa juga membakar motor yang terparkir di dalam Grahadi.
Gubernur Khofifah menemui massa didampingi Pangdam V Brawijaya.
Aksi nyata ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas ulah massa yang anarkis saat demo, merusak fasilitas umum hingga membakar sejumlah pos polisi di Kota Pahlawan.
Terkait tuntutan pembebasan massa aksi yang ditahan pihak kepolisian. "Kalau tidak terbukti akan saya lepaskan hari itu juga," ujar Irjen Pol Nanang.
Aktivitas ini bertujuan menumbuhkan interaksi lintas budaya sekaligus memperkuat ikatan persahabatan antar mahasiswa lokal dan mancanegara.
"Bebaskan kawan kami. Bebaskan kawan kami," ujar korlap disambut teriakan massa aksi.
Dari pantauan di lapangan, massa aksi mengenakan almamater dari kampus masing-masing.
Demo ini digelar berawal dari tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob hingga meninggal dunia pada Kamis (28/8/2025) malam di Jakarta.
Kabar gembira datang dari dunia olahraga Indonesia. Empat pemain diaspora resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) usai menjalani prosesi pengambilan sumpah di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag.
Api tampak berkobar, membakar seluruh bagian dari dari Pos Polisi Taman Bungkul tersebut.
Kapolsek Tiris Iptu Syamsul Arifin membenarkan peristiwa tersebut dan telah menerima laporan dari warga.
Sebelumnya massa pendemo berhasil dipukul mundur dari depan Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya.
Mereka berkumpul dan bakar-bakar. Sedangkan barisan polisi berjaga dari kejauhan, tepatnya di depan TP Surabaya.
Situasi di sekitar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, mulai kondusif pasca bentrokan aksi massa pada Kamis (28/8/2025). Dari pantauan mili.id, Jumat sore, massa yang sebelumnya memadati kawasan tersebut terlihat mulai menarik diri.
Hingga Jumat (29/8/2025) sore, ribuan massa aksi yang didominasi pengemudi ojek online (ojol) masih terus memadati kawasan Kwitang, Senen, hingga Tugu Tani, Jakarta Pusat. Meski sempat dipukul mundur aparat, kerumunan tidak surut dan justru semakin bertam