Pelanggan Indah Cargo Logistik Banyuwangi Kecewa karena Paket Tak Kunjung Diterima

Pelanggan Indah Cargo Logistik Banyuwangi Kecewa karena Paket Tak Kunjung Diterima © mili.id

Zuni Ratnawati (35), pelanggan Indah Cargo Logistik asal Kalibaru, Banyuwangi yang mengaku dikecewakan.(Foto: Eko/mili.id)

Banyuwangi - Zuni Ratnawati (35), pelanggan layanan antar paket Indah Cargo Logistik asal Kampung Margomakmur, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, mengeluh lantaran paket miliknya tak diketahui keberadaannya.

Zuni mengaku heran, paket sepatu seberat 98 kilogram yang seharusnya sudah di tangan, tapi tak jua datang hingga sekarang. Paket itu dikirim rekanan bisnis dari wilayah Pekanbaru, Provinsi Riau, sejak 15 Maret 2024 lalu.

Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi Tetap Lestari, Wujud Syukur Warga Osing atas Sumber Kehidupan

"Seharusnya tanggal 22 Maret paket sudah saya terima, sesuai dengan nomor resi yang tertera," katanya kepada mili.id, Kamis (04/4/2024).

Padahal, jelang kedatangan paket jelas tertera akan diantar kurir menuju rumah. Perjalanan barang pun dilacak terus oleh Zun, mulai dari Pekanbaru, Jakarta, Surabaya, sampai Banyuwangi.

Namun, pas tanggal 22 Maret tertulis kemudian mendapat keterangan jika alamat penerima tidak dapat dihubungi, dari sini Zuni heran.

"Saya lho gak pernah keluar rumah. Kebetulan kan jalanin usaha jual beli sepatu ya di rumah. Kok disitu (resi) tertulis yang bersangkutan tidak dapat dihubungi," ungkapnya.

Zuni mengaku, langsung menghubungi pihak kurir yang tertera di resi yang bisa dilacak melalui situs online perusahaan, dan dijawab oleh kurir tersebut paket akan diantar pada esok harinya.

Setelah sehari menanti, paket yang dijanjikan kurir tak kunjung datang. Disinilah Zuni kemudian merasa jengkel, sebab sudah dua hari ia tak menerima paket dari tenggat waktu yang ditentukan dari jasa kirim.

Lantaran kurir sebelumnya susah dihubungi, Zuni kemudian mendatangi agen Indah Cargo Logistik Cabang Genteng, dan rasa jengkelnya kemudian bertambah usai mendapat jawaban dari kepala cabang.

"Kata Pak Sigit (kepala cabang) pihaknya gak menerima paket yang tak atasnamakan suami saya. Ada kesalahan input data sehingga resinya tetap jalan hingga sampai ke gudang Banyuwangi. Ya saya kaget, berarti ini resi bodong. Sedangkan paketnya sudah dikirim sama rekanan saya dari Pekanbaru. Bukti foto pas kirim juga ada. Paketnya juga besar," keluhnya.

Zuni kemudian meminta pertanggungjawaban akibat kesalahan itu. Pihak agen Genteng kemudian menyarankan untuk melakukan konfirmasi ke agen di Pekanbaru selaku pengirim.

Dan pihak agen Pekanbaru bersedia mengganti asalkan Zuni mau mengajukan klaim, sembari menanti proses pencarian paket miliknya.

Baca juga: Nini Carlina Comeback di Kampung Halaman, Rilis Lagu Religi “Siti Hajar” Penuh Haru

Selama proses tersebut, komunikasi antara dirinya dengan dua agen tersebut terkesan diping pong, Zuni merasa seperti dipermainkan. Nasib paket tak jelas sedangkan kepastian bea ganti rugi sama pula.

"Kok kayak dibuat bola ping pong. Katanya mau ganti rugi dan janjinya tanggal 15 Mei bulan depan. Disuruh ngajuin klaim ke perusahaan yang prosesnya aja berbelit-belit. Saya itu butuhnya paket saya itu di mana dan segera diantar," kata dia.

Zuni kecewa berat dengan layanan yang diberikan. Bahkan, bukan perusahaan yang seharusnya lebih proaktif ihwal komunikasi akibat kesalahan tersebut. Malahan dirinya yang lebih aktif mencari informasi.

Hingga kini, komunikasi sebatas percakapan melalui pesan maupun panggilan aplikasi WhatsApp. Selebihnya, tak ada perwakilan dari perusahaan yang mendatanginya. Jengkel ia dibuatnya.

Meski sudah ada kata tanggung jawab, namun tak ada kepastian di mana paketnya berada sampai detik ini. Zuni mengaku pasrah dan siap menuntut pihak agen jika tenggat waktu ganti rugi yang dijanjikan meleset

"Apa boleh buat. Jika gak ada kejelasan saya laporkan agennya," ujarnya.

Baca juga: Pengakuan Pria di Banyuwangi Klaim Anak Kandung Denada, Ungkap Hidup Serba Kekurangan

Sementara, Kepala Agen Cabang Indah Logistik Cargo Genteng Sigit Pramono mengaku, sudah meminta maaf atas ketidaknyamanan layanan yang diberikan. Ia juga sudah menjelaskan duduk masalah kepada pelanggannya itu.

Menyoal paket, pihaknya memang tidak menerimanya akan tetapi tetap memasukkan nomor resi. Sehingga, paket terus berjalan padahal barang tidak diterima di gudang.

"Jadi satu manifes itu ada dua resi dan itu (paket) dari Pekanbaru semua. Begitu satu dimasukkan, satunya ikutan masuk. Kebetulan paket tersebut masuk itu malamnya dan paginya tetap kita input. Padahal, sudah kita buatkan berita acara dengan sopir bahwa tidak menerima paket tersebut," ujarnya.

Sigit mengaku teledor tetap memasukkan resi yang seharusnya tidak dimasukkan. Karena barang milik Zuni memang tidak ia terima fisiknya.

Sehingga, tertera paket diterima dan akan diantar kepada pemiliknya. Dirinya pun mengakui kesalahan tersebut dan sudah dilaporkan ke cabang pusat yang ada di Jakarta.

"Sudah kita sampaikan ke pusat, dan masih dicari sampai kini. Makanya kita minta pelanggan tersebut bersabar, dan mengurus klaim ganti rugi," tandasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait