Jemaah Aboge Probolinggo Baru Puasa Hari ini

Jemaah Aboge Probolinggo Baru Puasa Hari ini © mili.id

Jemaah Aboge di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo salat tarawih pada Selasa (12/3/2024) malam - (Foto: Fades/mili.id)

Probolinggo - Ratusan jemaah Aboge di Probolinggo baru mulai puasa hari ini, Rabu (13/3/2024).

Awal puasa mereka tandai dengan pelaksanaan salat tarawih pada Selasa (12/3/2024) malam.

Baca juga: Hari Bhayangkara ke -80, Polres Probolinggo Salurkan Bantuan Alat Pertanian dan Droping 10 Ribu Liter Air Bersih di Banyuanyar

Di Kabupaten Probolinggo, umat Aboge kurang lebih ada sekitar 900 orang tersebar di beberapa desa dalam 4 kecamatan.

Perhitungan atau hisab untuk umat Aboge sendiri berpedoman dengan kalender Islam yang diatur dalam kitab Mujarobah Jawa, dengan menyebutkan keyakinan Aboge tahun Alif Rebo Wage, dengan hitungan Da Nam Ro, atau bulan awal ramadan hari keenam tahun baru Islam.

Pasaran hari kedua bagi umat Aboge, jadi rumus tahun ini adalah Ja Mat Pon, artinya tahun jim awal 1 Muharom jatuh pada Jumat Pon. Jadi bulan awal ramadan jatuh pada Rabu Wage dan semua umat Aboge akan melangsungkan puasa hari.

"Tahun Alip Jim Awal hitungan Jawa itu diketahui 1 Muharram tahun ini yakni Jimatpon jatuh pada hari Jumat Pon. Maka untuk awal puasanya di tahun Jim Awal ini Sanemro (Puasa Enem Loro) puasanya jatuh di hari keenam dari Jumat dan pasaran kedua dari Pon maka puasa tahun ini jatuh pada Rabu Wage," terang tokoh Jemaah Aboge, Mantoro.

Baca juga: Khofifah Sebut Pesantren Benteng Moral Bangsa, Genggong Jadi Inspirasi Generasi Santri

Menurut Abah Hasan-panggilan Mantoro, meski berbeda hisab atau hitungan, untuk pelaksanaan salat tarawih tetap seperti biasanya, yakni 23 rakaat. Meski berbeda dua hari, tapi kerukunan umat muslim tetap berjalan baik, dengan saling menghormati keyakinan masing-masing.

"Tetap kalau untuk shalat tarawih 23 rakaat, sama dengan biasanya. Hanya saja yang membedakan ini jadwal atau hari pertama puasa saja. Karena kami juga ada hitungan sendiri," jelas Abah Hasan.

Tak hanya awal puasa saja berbeda, menurut Abah Hasan, Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal juga selalu tidak bersamaan. Kadang mendahului atau mundur 1 sampai 2 hari dengan penetapan Kementrian Agama RI.

Baca juga: Apes, Maling di Gading Probolinggo Remuk di Amuk Warga

"Kalau untuk lebarannya jelas Wajiro Bulan Syawal Dinone Siji Pasarane Loro, jadi untuk hari rayanya itu jatuh di hari Jumat," tambahnya.

Sekedar informasi, 900 Jemaah Aboge Kabupaten Probolinggo itu tersebar di 10 desa dalam 4 Kecamatan, yaitu Dringu, Leces, Bantaran dan Tegalsiwalan.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait