Haflah Imtihan Diisi Goyang Ngebor, Kepala Madin Roudlotul Ulum Pasuruan Minta Maaf

Haflah Imtihan Diisi Goyang Ngebor, Kepala Madin Roudlotul Ulum Pasuruan Minta Maaf © mili.id

Kepala Madin Roudlotul Ulum Tundosoro, Ustaz Ach Busyairi meminta maaf didampingi pegawai Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan (Foto: Ist)

Pasuruan - Pihak Madrasah Diniyah (Madin) Roudlotul Ulum, Desa Tundosoro, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan meminta maaf atas kehebohan goyang ngebor dalam acara haflah imtihan.

Kepala Madin Roudlotul Ulum Tundosoro, Ustaz Ach Busyairi melakukan permintaan maaf didampingi pegawai Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan.

Baca juga: Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pasuruan: Jangan Lakukan Pelanggaran yang Turunkan Kepercayaan Masyarakat

Baca juga: Duh.. Imtihan Madrasah Diniyah di Pasuruan Diisi Goyang Ngebor

"Dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada para guru, kiai, dan juga masyarakat luas di manapun berada, atas terjadinya hal yang kurang pantas dan ramai di media sosial," ungkap Ustaz Ach Busyairi, Jumat (8/3/2024).

Dia menceritakan, acara tersebut digelar pada Senin (4/2/2024) lalu. Ketiga siswi dengan goyang ngebor itu tampil di sesi acara hiburan berupa penampilan anak-anak haflah imtihan.

Dengan membanjirnya hujatan di media sosial, pihak madrasah berjanji tidak akan mengulangi penampilan-penampilan yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

"Apabila dikemudian hari terjadi lagi hal serupa, maka kami siap menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," tandasnya.

Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan Lakukan Pembinaan

Sementara Kantor Kemenang Kabupaten Pasuruan mengaku kaget atas viralnya goyang ngebor dalam acara haflah imtihan tersebut.

Baca juga: Polres Pasuruan Ringkus Pengedar Sabu di Lumbang, Barang Bukti Disembunyikan di Ikatan Gorden

Kabag TU Kemenag Kabupaten Pasuruan, Bakhrul Ulum menjelaskan, usai mendapat kabar viral itu, pihaknya langsung melakukan klarifikasi dan tabayun ke Madrasah Diniyah Roudlotul Ulum Tundosoro.

"Pagi tadi Kasi PD Pontren sudah datang ke lokasi untuk memberikan teguran kepada pihak madin. Kami berharap ke depannya tidak ada lagi madin yang melakukan hal serupa, yang melanggar syariat Islam," ungkap Ulum.

Selain memberikan teguran, Kantor Kemenang Kabupaten Pasuruan juga memberikan pembinaan kepada seluruh jajaran pengurus dan guru Madin Roudlotul Ulum Tundosoro.

Para siswa madin tidak luput dari upaya pembinaan dan pendampingan, agar tidak terpengaruh hal-hal viral di media sosial, terutama yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

Baca juga: Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Puspo Panen Jagung Bersama Petani

"Semuanya kita beri pendampingan, baik lembaga dan santri madin," tambah Ulum.

Untuk mengantisipasi hal tersebut tidak kembali terjadi di madrasah-madrasah lain di Kabupaten Pasuruan, Kemenag berencana akan menerbitkan imbauan.

"Rencananya Kemenag akan memberikan himbauan kepada para kepala madrasah diniyah se Kabupaten Pasuruan," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait