Apel Operasi Keselamatan Semeru 2024 di Lapangan Gajahmada, Mapolres Mojokerto Kota (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Operasi Keselamatan Semeru 2024 dan pencanangan aksi keselamatan jalan yang digelar Polres Mojokerto Kota bakal menyasar pengendara milenial.
Itu dilakukan, menyudul angka kecelakaan di Jatim pada Tahun 2023 didominasi kaum milenial hingga 90 persen.
Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto
Apel pelaksaaan Operasi Keselamatan Semeru 2024 ini dilaksanakan di Lapangan Gajahmada, Mapolres Mojokerto Kota. Apel dihadiri Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel Marunduri dan Kasdim 0815/Mojokerto Mayor Arh G.N Putu Ardana.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto melalui Kapolres Mojokerto AKBP Daniel memaparkan, dalam Tahun 2023, pelanggaran lalu lintas di Jatim mengalami peningkatan yang sangat signifikan, mencapai 13,8 persen dibanding Tahun 2022.
Kecelakaan itu melibatkan 14.292 pelanggaran tidak menggunakan helm, 719 pelanggaran melawan arus.
"Angka tersebut cukup tinggi jika dilihat berdasarkan kurun waktu yang masih cukup singkat," ungkap Daniel, Sabtu (2/3/2024).
Apel Operasi Keselamatan Semeru 2024 di Lapangan Gajahmada, Mapolres Mojokerto Kota
Sedangkan menurut WHO, lanjut Daniel, sekitar 1,35 juta orang meninggal setiap tahun dikarenakan kecelakaan lalu lintas. Mulai dari jutaan orang yang terluka parah dan hidup dengan konsekuensi kesehatan jangka panjang yang sangat merugikan.
Mirisnya, di mana 90 persen kecelakaan di jalan raya yang ada di Jatim melibatkan kaum milenial. Ini berdasarkan data dari Ditlantas dan Dishub Provinsi Jatim yang menyatakan dominasi korban kecelakaan paling banyak dialami usia milineal atau kelompok pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda.
Baca juga: Ular Besar Masuk Rumah Warga Magersari, Petugas BPBD Kota Mojokerto Evakuasi dari Bawah Lemari
"Jika dibiarkan begitu saja, kecelakaan lalu lintas bisa menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi Tahun 2030," terang Alumni Akpol 2004 tersebut.
Untuk itu, kepolisian mengambil langkah masif dan serius dengan melakukan edukasi ke masyarakat, khususnya kaum milenial. Agar mereka lebih tertib berlalulintas, sehingga keamanan dan keselamatan masyarakat dalam berlalu lintas bisa terwujud.
Operasi Keselamatan Semeru 2024 ini akan berlangsung 14 hari. Dimulai sejak 4 hingga 17 Maret 2024 dengan melibatkan berbagai unsur. Mulai dari jajaran kepolisian Polres Mojokerto Kota dan didukung instansi terkait, seperti, TNI, Satpol, Dishub, PMI dan sejumlah relawan.
"Apel ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun saran pendukung lainnya. Agar kegiatan operasi berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan serta sasaran yang sudah ditetapkan," tutur Daniel.
Baca juga: Ayah Tiri Nekat Cabuli Anak Istri di Mojokerto, Dipolisikan Keluarga
Sementara Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Sudirman menambahkan, target prioritas Operasi Keselamatan Semeru 2024 dimulai dari penggunaan helm SNI, melawan arus, penggunaan HP saat berkendara, mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Lalu melebihi batas kecepatan atau balap liar, pengendara di bawah umur, penggunaan knalpot brong, dan pengendara dengan konvoi atau arak-arakan.
Sebab, pelanggaran demi pelanggaran dalam berkendara semakin banyak terjadi sejak diberlakukannya penindakan secara elektronik. Di mana membuat masyarakat tidak takut lagi melanggar aturan lalu lintas.
"Sasaran prioritas operasi ini adalah urgensi untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas serta mengurangi pelanggaran-pelanggaran yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," pungkas Sudirman.
Editor : Narendra Bakrie
