Asandra Salsabila mengisi diskusi Malang Creative Center (MCC) Masa Depan Ekonomi Kreatif.(foto: PWI Malang Raya)
Malang - Pelaku ekonomi kreatif (ekraf) menganggap penggunaan Artificial Intelegent (AI) merupakan ancaman bagi mereka. Karena penggunaan AI dapat mencuri konten milik pelaku ekraf.
Menyikapi hal itu, Data Consultant, Asandra Salsabila memaparkan kendati hal tersebut ilegal, namun AI bukanlah hal yang perlu ditakutkan. Sebab apabila dimengerti dan dimanfaatkan dengan baik, sebenarnya AI malah justru dapat memaksimalkan potensi pelaku ekraf.
Baca juga: PWI Pusat Berduka: Wartawan Senior H. Diapari Sibatangkayu Wafat
“Justru AI itu harus dirangkul, dimengerti, dan dibuat sebagai skill,” kata Sandra saat mengisi diskusi Malang Creative Center (MCC) Masa Depan Ekonomi Kreatif di Kota Malang yang digelar di Hotel Aria Gajayana, Jumat (17/11/2023).
Sandra memaparkan bila pemanfaatan AI yang bisa membantu usaha ekraf adalah sebagai software house, agensi AI model, dan data management. Sedangkan diungkapkan Sandra bila pemanfaatan seperti ini belum banyak di Kota Malang.
Baca juga: Tekuk Semua Lawan, PWI Kota Bogor Juarai Mini Soccer Bupati Bogor Cup 2026
“Seperti di Jakarta, dalam bisnis food and beverage seperti bakery local sudah main aplikasi big data, data analysis User Interface (UI) research. Dengan begitu mereka sangat berkembang dari sisi teknologi,” jelasnya.
Sebenarnya fasilitas di Malang Creative Center (MCC) sudah cukup memadai untuk warga Kota Malang yang ingin mempelajari AI lebih dalam. Bahkan mereka bisa dengan lelusa memanfaatkan IT lab di MCC secara gratis untuk mengembangkan pengetahuan dan skill.
Baca juga: Persiapan Porwanas XV Dimatangkan, Pendaftaran Atlet Berbasis Barcode
“Saya melihat ada opportunity bagus sekali untuk sumber daya manusia di Malang karena ini kota pendidikan, sehingga belajar data dan AI itu sangat bisa dilakukan,” pungkas Sandra.
Editor : Aris S
