Mili.id – Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai terus menunjukkan perkembangan signifikan. PT Waskita Karya mencatat progres proyek transportasi massal tersebut telah mencapai 92,76 persen menjelang target operasional penuh pada Agustus 2026.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, mengatakan percepatan pengerjaan proyek tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan kerja, terutama di tengah kondisi perkotaan Jakarta yang padat.
Baca juga: Libur Panjang Dongkrak Penumpang Commuter Line Surabaya, Tembus 55 Ribu Orang Sehari
“Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan,” ujar Paulus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Saat ini, Waskita Karya bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mulai menjalankan tahap Testing and Commissioning (T&C) untuk sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B.
Salah satu pengujian yang telah dilakukan yakni tes lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome hingga Stasiun Pramuka.
Menurut Paulus, proyek ini memiliki tantangan besar karena dikerjakan di kawasan perkotaan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi serta ruang kerja yang terbatas.
“Dalam proses pengerjaan, tantangan utama yang kami hadapi adalah lalu lintas Jakarta yang padat dan ruang kerja terbatas. Karena itu, kami mengoptimalkan pekerjaan malam hari dengan sistem keamanan dan kerja yang ketat,” jelasnya.
Ia menambahkan, hambatan tersebut dipandang sebagai tantangan yang harus dikelola dengan inovasi dan perencanaan matang, bukan untuk dihindari.
Salah satu titik krusial proyek berada di jalur lintasan yang melintasi Jalan Tol Wiyoto Wiyono pada kilometer 1+700 hingga 2+100. Pada area tersebut, pengerjaan dilakukan menggunakan metode konstruksi khusus guna menjaga keamanan lalu lintas sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan lancar.
Baca juga: Jelang Lebaran 2026, BI Sediakan Layanan Tukar Uang di Bandara Soetta dan Stasiun Gambir
LRT Jakarta Fase 1B sendiri menjadi bagian dari upaya pengembangan transportasi publik terintegrasi di Ibu Kota. Kehadiran jalur Velodrome–Manggarai diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarkawasan sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas.
Jika rampung sesuai target, proyek ini akan memperluas jaringan LRT Jakarta dan mempermudah mobilitas masyarakat menuju pusat aktivitas di ibu kota. Pemerintah berharap moda transportasi massal tersebut dapat menjadi solusi transportasi modern yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan bagi warga Jakarta.
Editor : Redaksi
