Peringatan Dini: Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Timur Sepekan ke Depan

Peringatan Dini: Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Timur Sepekan ke Depan © mili.id

Cuaca Ekstrem

Mili id -BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda hampir seluruh wilayah Jawa Timur dalam sepekan ke depan. Hasil analisis atmosfer terbaru menunjukkan peningkatan risiko signifikan yang dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menegaskan kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, bahkan berisiko menyebabkan banjir, banjir bandang, tanah longsor, puting beliung, hingga hujan es sampai 28 Februari 2026.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh, Warga Diminta Waspada

Menurutnya, saat ini mayoritas wilayah Jawa Timur berada pada fase puncak musim hujan sehingga akumulasi curah hujan diperkirakan lebih tinggi dari kondisi normal. Situasi tersebut diperparah oleh kombinasi faktor atmosfer global dan regional.

BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh aktifnya monsun Asia serta gangguan gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation dan Gelombang Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur. Kondisi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di kawasan Selat Madura serta atmosfer lokal yang labil, sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif.

Baca juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Jatim

Analisis angin gradien pada lapisan 3.000 kaki juga menunjukkan adanya pola pertemuan angin (konvergensi) dengan kecepatan mencapai 20 knot dari arah barat. Pola ini menjadi indikator kuat meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak. Warga yang tinggal di daerah perbukitan, lereng, atau dekat tebing diminta ekstra waspada karena berisiko tinggi mengalami longsor dan banjir bandang.

Baca juga: Hujan Lebat Ancam Sejumlah Wilayah Jatim

Selain itu, kondisi cuaca buruk juga berpotensi menimbulkan dampak lain seperti jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang yang dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat.

BMKG menegaskan, kewaspadaan dan langkah mitigasi dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana selama periode cuaca ekstrem ini berlangsung.

Editor : Redaksi



Berita Terkait