Kereta cepat Whoosh di Stasiun Padalarang
Jakarta,mili.id— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pernyataan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD terkait dugaan mark up anggaran proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). Lembaga antirasuah itu meminta Mahfud untuk melaporkan temuan tersebut secara resmi ke KPK.
Dalam sebuah podcast di kanal Mahfud MD Official pada 14 Oktober 2025, Mahfud mengungkapkan adanya selisih besar antara biaya pembangunan versi Indonesia dan versi China.
Baca juga: Tanggapan Purbaya soal Jokowi yang Sebut Whoosh Bukan Cari Laba
Menurutnya, perhitungan dari pihak Indonesia mencapai sekitar US$52 juta per kilometer, sementara perhitungan dari pihak China hanya sekitar US$17–18 juta per kilometer. “Naik tiga kali lipat. Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Itu mark up, harus diteliti siapa yang melakukan ini,” ujar Mahfud dalam tayangan tersebut.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa lembaganya membuka diri terhadap setiap laporan dugaan tindak pidana korupsi, termasuk yang disampaikan oleh tokoh publik.“KPK mengimbau bagi masyarakat yang mengetahui informasi awal atau data awal terkait dugaan korupsi agar melaporkannya melalui saluran pengaduan masyarakat,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).
Budi menegaskan, setiap laporan yang masuk akan diverifikasi lebih dulu untuk memastikan validitas dan kesesuaiannya dengan unsur tindak pidana korupsi.“KPK akan menganalisis apakah substansi laporan tersebut termasuk dalam kewenangan penanganan KPK atau tidak. Bila menjadi ranah KPK, maka akan diputuskan langkah lanjutan, apakah penindakan, pencegahan, pendidikan, atau koordinasi dan supervisi,” jelasnya.
Ia menambahkan, bila laporan berada di luar kewenangan KPK, aduan tersebut dapat diteruskan kepada lembaga atau satuan pengawas internal terkait untuk ditindaklanjuti sebagai bentuk perbaikan sistem.
Pernyataan Mahfud ini memantik kembali sorotan publik terhadap proyek strategis nasional yang sejak awal dikritik karena pembengkakan biaya. Proyek Whoosh sebelumnya sempat mengalami kenaikan total anggaran dari Rp 86,5 triliun menjadi lebih dari Rp 113 triliun.
Editor : Erwin Muhammad
