Masyarakat berinisiatif melakukan pengamanan, membantu polisi (Foto: Dok. Polsek Pungging)
Mojokerto, mili.id - Seruan Jogo Mojokerto Raya belakangan ini menggema di Bumi Majapahit, menyusul gelombang demonstrasi yang memecah keamanan Jawa Timur hingga nasional.
Masyarakat Mojokerto Raya pun ikut andil dalam menjaga keamanan, untuk mengantisipasi tindakan anarkis, salah satunya di wilayah hukum Polsek Pungging, Polres Mojokerto.
"Kami menyambut baik inisiatif warga tersebut. Partisipasi aktif masyarakat, ini menunjukkan hubungan harmonis antara polisi bersama warga dan kesadaran kolektif menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Mojokerto," ungkap Kapolsek Pungging, Iptu Selimat, Selasa (2/9/2025).
Menurut Selimat, kolaborasi warga bersama Polsek Pungging merupakan wujud nyata sinergi efektif dalam menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di tengah situasi yang tidak kondusif.

Karena polisi tidak sekadar penegak hukum, tapi juga mitra strategis masyarakat untuk menciptakan lingkungan kondusif dan aman.
"Kita pendekatan humanis dan persuasif, mengajak masyarakat bersama-sama menjadi bagian menciptakan lingkungan aman. Hasilnya tumbuh kesadaran alami terwujud dengan aksi nyata seperti ini," jelas Selimat.
Baca juga: Gelap Gulita, Pria 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Lapangan Surodinawan Mojokerto
Kegiatan inisiatif ini dapat mempercepat kondusifitas pulih dan kembali normal. Sehingga dapat menjadi contoh untuk daerah lain, terkait pentingnya kerja sama antara aparat dan masyarakat mengantisipasi ancaman keamanan di wilayahnya.
"Terutama di wilayah Pungging, Mojokerto yang saat ini tetap kondusif," tandas Selimat.

Baca juga: Jejak Langkah dari Mojokerto: Sepatu Buatan Tangan yang Menemani Mimpi Anak Sekolah
Sementara tokoh masyarakat Pungging, Agus mengaku, warga tergerak hatinya untuk bergabung dalam pengamanan di Polsek Pungging. Di antaranya Karang Taruna, komunitas Pencak Silat, Banser dan juga para relawan yang bergantian ikut berpatroli di sekitar wilayah yang berbatasan dengan kawasan industri Ngoro.
Warga totalitas berkeliling bersama anggota polisi untuk memastikan situasi tetap kondusif. Mereka juga dilengkapi alat komunikasi sederhana, seperti HT dan senter saat pemantauan.
"Kami merasa ini adalah tanggung jawab bersama, lingkungan kami juga akan aman. Kami tidak ingin kejadian anarkis terjadi di tempat kami, siap membantu polisi," pungkas Agus.
Editor : Narendra Bakrie
