Penelitan Gen AI Terindeks Scopus, Mahasiswa ITS Lulus Tanpa Skripsi

Penelitan Gen AI Terindeks Scopus, Mahasiswa ITS Lulus Tanpa Skripsi © mili.id

Bima Surya Samudra, Mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Surabaya, mili.id - Bima Surya Samudra, Mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi satu-satunya lulusan tanpa skripsi melainkan melalui publikasi terakui. Bima akan di wisuda pada prosesi ke 132 ITS mendatang.

Ia lulus berkat penelitian yang digarapnya bertajuk The Use of Generative AI in Workplace: Driving Factors, Barriers, and Benefits. Penelitian yang terindeks Scopus pada konferensi internasional IEEE TEMSCON ASPAC 2024 sukses dirampungkannya selama kurang dari dua tahun.

Baca juga: Mengenal Tiga Mahasiswa Statistika ITS Peraih Gelar Ganda Lintas Benua

Bima mengungkapkan bahwa penyusunan penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk menggali potensi Generative Artificial Intelligence (Gen AI). Dijelaskannya, adopsi kecerdasan buatan semakin meluas dan dimanfaatkan dalam mendukung produktivitas, efisiensi, serta pengambilan keputusan di dunia kerja.

Meski demikian, Bima menilai pemanfaatan Gen AI di Indonesia masih memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Bima melakukan studi untuk menyelidiki potensi penggunaan Gen AI di tempat kerja dengan metode Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT).

Survei pada penelitiannya dilakukan secara daring dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Penelitian ini berhasil menghimpun data dari 150 responden yang berasal dari berbagai sektor, termasuk perusahaan swasta, BUMN, BUMD, perusahaan multinasional, hingga instansi pemerintah.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukannya, Bima menjelaskan bahwa harapan kinerja dan keadaan fasilitas secara signifikan mendorong adopsi Gen AI. Di sisi lain, kinerja usaha kurang berperan dan pengaruh sosial memberikan pengaruh moderat. Analisis data menggunakan PLS-SEM menunjukkan bahwa 58,4 persen varians niat penggunaan dapat dijelaskan oleh keempat konstruk UTAUT tersebut.

Baca juga: Digitalisasi Aset Warisan Budaya Teknologi Lewat Mocap, ITS Raih Pendanaan DataCite

Lebih lanjut, Bima juga menyampaikan potensi besar penelitiannya dalam memberikan rekomendasi praktis dan aplikatif pada sektor manufaktur dan jasa.

"Kami berharap hasil temuan ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan langkah strategis untuk mengoptimalkan kolaborasi antara manusia dan teknologi. Rumusan strategis ini penting untuk menghadapi dinamika transformasi digital yang tak bisa dihindari,” tegasnya.

Di balik pencapaian ini, Bima mengurai perjuangan panjang yang dilewatinya sebagai penulis pertama dalam publikasi tersebut. Bima mengakui bahwa proses penyusunan publikasi ilmiah ini penuh tantangan, baik secara teknis maupun akademis.

Baca juga: Penjelasan Peneliti Senior ITS soal Gempa Tuban

Namun, berbagai kendala tersebut berhasil ia lewati berkat pendampingan intensif dari dua pembimbingnya, yaitu Wakil Rektor III ITS Imam Baihaqi ST MSc PhD dan dosen Manajemen Bisnis ITS Fadila Isnaini SM MT.

Lewat pencapaiannya ini, mahasiswa angkatan 2021 ini membuktikan bahwa ambisi, ketekunan, dan kemampuan dapat membawa kesuksesan.

"Terpenting bukanlah bentuk akhir dari tugas akhir, melainkan dampak nyata yang dihasilkan dari penelitian tersebut. Bagi saya, bukan soal lulus dengan skripsi atau tidak, melainkan bagaimana hasilnya bisa memberi manfaat nyata bagi banyak orang,” ujar Bima.

Editor : Redaksi



Berita Terkait