Eka Toniansyah, salah satu penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang selamat (Foto: Istimewa)
Bali, mili.id - Salah satu korban selamat menceritakan detik-detik kapal tenggelam di Selat Bali.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali, pada Rabu (2/7/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Tenggelamnya kapal dengan rute penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ini diduga akibat kebocoran di bagian mesin kapal.
Baca juga: Korban Tewas Akibat KMP Tunu Pratama Jaya Jadi 15 Orang, 20 dalam Pencarian
Hingga pukul 10.00 waktu setempat, Kamis (3/7/2025), 31 orang ditemukan selamat dan 4 orang tewas. Sementara lainnya masih dalam pencarian.
Salah satu penumpang selamat, Eka Toniansyah asal Sukowidi, Kalipuro, Banyuwangi bercerita, ia menaiki kapal tersebut hendak menuju ke Singaraja untuk mengirim material semen dari Banyuwangi menggunakan truk.
Ia berangkat bersama ayahnya, Eko Sastrio yang merupakan salah satu korban tewas akibat insiden tersebut.
Menurut Eka, sebelum tenggelam kapal tersebut sempat miring. Hal itu kemudian memicu kepanikan seluruh penumpang.
"Naik kapal dua orang, sama orangtua. Meninggal. Tujuan ke Singaraja. Kapalnya miring, mungkin bocor. (Saya) Di atas kapal. Ya ngambil pelampung, rebutan," ungkap Eka.
Baca juga: Berlanjutnya Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya dan Asa di Tengah Gelombang
Tak berselang lama, kapal yang dinahkodai Agus Slamet tersebut langsung tenggelam. Menurut Toni, nyaris seluruh penumpang kapal itu merupakan warga negara Indonesia (WNI).
"Langsung tenggelam, miring. (Penumpang) Kebanyakan Indonesia. Keberangkatan dari Ketapang," tamhahnya.
KMP Tunu Pratama Jaya itu membawa 53 orang penumpang, 12 orang awak kapal, serta 22 unit kendaraan dari berbagai golongan.
Baca juga: Update Korban KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam: 12 Orang Tewas, 30 Selamat
Kapal tersebut melakukan aktivitas bongkar-muat penumpang sekitar pukul 22.28 WIB di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan berangkat menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pukul 22.56 WIB.
Sekitar pukul 23.15 WIB, kapal ini lost contact dari radar dan diperkirakan tenggelam. Saat kejadian, tinggi gelombang diperkirakan 2,5 meter dengan kecepatan angin 9 knot.
Editor : Narendra Bakrie
