Bocah SD Mojokerto Diduga Dianiaya Ayah Tiri, Luka di Kepala Jadi Petunjuk

Bocah SD Mojokerto Diduga Dianiaya Ayah Tiri, Luka di Kepala Jadi Petunjuk © mili.id

Bocah SD di Gedeg, Mojokerto jadi korban penganiayaan ayah tiri (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto, mili.id - Bocah SD di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto mengalami luka, diduga dianiaya ayah tirinya.

Bocah kelas V SD itu berinisial AP (11). Dia terluka di bagian kepala, diduga akibat dianiaya JP (27), ayah tirinya.

Baca juga: Ratusan Relawan Mojokerto Ikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ini Kata Cak Sumardi

Dugaan penganiayaan terhadap anak ini pertama kali diungkap pihak sekolah pada Senin (10/3/2025).

Saat itu, korban tiba di sekolah menjelang istirahat, sekitar pukul 08.00 WIB. Padahal seharusnya jam masuk sekolah pukul 07.00 WIB.

Wali kelas melihat ada darah mengucur di bagian kepala korban. Setelah topi dibuka, ternyata ada luka di bagian depan kepala kanan yang cukup parah.

"Awal anak masuk itu ada darah. Pas dibuka topinya ada luka dengan darah sudah kental campur rambut," ungkap Kepala SDN Batankrajan, Abdul Sholeh saat ditemui mili.id, Selasa (12/3/2025).

Rumah bocah SD di Gedeg, Mojokerto, korban penganiayaan ayah tiri (Foto: Nana/mili.id)Rumah bocah SD di Gedeg, Mojokerto, korban penganiayaan ayah tiri (Foto: Nana/mili.id)

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

Sholeh menyebut bahwa awalnya korban mengaku terjatuh. Mendengar pernyataan itu, pihak sekolah tak serta merta percaya dan membawa korban ke puskesmas untuk ditangani secara medis.

"Ditanya guru-guru saya damping dari jauh, jawabnya jatuh terus. Gak mau ngaku. Dan akhirnya saya minta antarkan ke puskesmas itu," bebernya.

Dari sinilah terungkap bahwa korban telah dianiaya ayah tirinya sejak satu tahun terakhir. Puncaknya, kepala korban dipukul menggunakan kayu.

Baca juga: Dari Kandang Binaan ke Meja Warga, Kurban Berkah BAZNAS Mojokerto Hidupi Peternak dan Ribuan Mustahik

"Dokter tahu, kalau memang jatuh terlentang itu bagian belakang. Kalau telungkup itu bagian depan. Ini kok tengah-tengah, dan akhirnya ada pengakuan jika dipukul ayahnya pakai kayu," ungkap Sholeh.

Sementara Kasihumas Polres Mojokerto Kota, Ipda Slamet membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Saat ini kasusnya sedang ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

"Benar, dan sudah ditangani. Untuk ibu korban juga dilakukan pemeriksaan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait