Proses evakuasi ular Hijau di dek motor milik pekerja Dinas PU CKPP Banyuwangi. (Foto: Eko Purwanto/mili.id)
Banyuwangi - Ular hijau sepanjang 60 cm bersarang di dek motor matik milik pekerja Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (DPU CKPP) Banyuwangi wilayah Genteng, Toni Fitristiono (38). Ular itu masuk ke sela dek dekat mesin sejak Rabu (22/1) pagi.
"Tahunya saat akan mencuci motor ada binatang yang masuk ke dek motor melalui ban belakang," kata pria asal Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.
Baca juga: Usai Mendaki, Pelajar Asal Surabaya Tewas Tabrakan dengan Truk KDMP di Mojokerto
Dilihat Toni dari dekat ternyata ular yang masuk ke dalam dek motor Honda Beat miliknya. Ular itu berwarna hijau seukuran kabel listrik.
Panik karena tau ada ular yang berpotensi menjadikan motornya sarang baru, dirinya sempat mencoba memancing ular itu keluar dengan cara memanaskan mesin motor.
"Kali aja dengan dipanasin mesinnya ular bakal keluar. Ternyata tidak keluar-keluar," ungkapnya.
Lantas ia meminta bantuan Damkarmat Sektor Genteng mengevakuasi ular Hijau tersebut. Proses evakuasi sempat menemui kesulitan karena harus mencopot dek motor satu persatu.
Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi Tetap Lestari, Wujud Syukur Warga Osing atas Sumber Kehidupan
Dimulai dari depan hingga menyasar dek belakang. Setelah sebagian dek terbuka terlihat ular kecil itu menempati dek sebelah kanan motor Toni.
Anggota Damkarmat akhirnya berhasil menjepit kepala ular yang sempat meliuk-liuk saat akan ditangkap. Ular kecil itu lalu dimasukkan ke dalam botol.
"Lama evakuasi dikarenakan harus membuka satu persatu dek motor. Dibutuhkan waktu sepuluh menit untuk menangkap ular tersebut," ujar Anggota Damkarmat Sektor Genteng, Irfan Muklisin.
Baca juga: Jangan Salah Lapor! Ini Cara Bedakan Jalan Nasional, Provinsi, dan Kota di Depok
Muklisin mengimbau masyarakat waspada akan maraknya ular masuk ke perkampungan dan rumah warga. Ia meminta warga menjaga kebersihan rumah dan menutup lubang yang bisa menjadi sarang baru.
"Diminta warga untuk menutup lubang yang bisa menjadi sarang baru bagi ular," tutupnya.
Editor : Aris S
