Visual Gunung Raung dari Desa Sragai, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi (Foto: Eko Purwanto/mili.id)
Banyuwangi, mili.id - Penerbangan di Bandara Banyuwangi disebut aman dan tidak terganggu, meski Gunung Raung erupsi, Selasa (24/12/2024).
General Manager Bandara Banyuwangi, Johan Seno Acton menjelaskan, paper test telah dilakukan oleh safety team bandara begitu informasi erupsi Gunung Raung diterima.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki Tiga Kali Meletus, Warga Delapan Desa Diminta Waspadai Banjir Lahar
Tes tersebut untuk memantau sebaran abu vulkanik gunung yang berada di wilayah Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso tersebut.
"Tes ini merupakan standar prosedur apabila terjadi erupsi gunung berapi. Pengetesan dilakukan setiap jam dan hasilnya hingga saat ini negatif," jelas Johan.
Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik Gunung Raung tidak sampai ke wilayah bandara. Sehingga tidak mengganggu lalu lintas pesawat terbang.
Meski demikian, pengelola bandara tetap akan memantau perkembangan aktivitas Gunung Raung. Pihaknya juga telah menyiapkan langkah-langkah penanganan situasi darurat.
Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, erupsi Gunung Raung pernah mengganggu aktivitas di bandara tersebut.
"Semoga tidak terjadi lagi. Sampai saat ini penerbangan masih berjalan normal. Kami akan terus memantau sebaran vulkaniknya," ungkapnya.
Baca juga: Tragedi Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Tewas Tertimbun Abu
Johan berharap, erupsi Gunung Raung tidak berlangsung lama. Sebab aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi relatif padat selama musim libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
Gunung Raung erupsi pukul 9.30 WIB. Kolom erupsi berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 32 mm dan durasi ± 4 menit 42 detik.
Erupsi susulan juga terjadi empat kali. Dan hingga saat ini, Gunung Raung berada pada level II atau waspada.
Status tersebut berlangsung sejak Desember 2023. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak atau bibir kawah.
Baca juga: Dua Pendaki WNA Masih Hilang, Tim SAR Berjibaku di Tengah Erupsi Gunung Dukono
Sementara Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyatakan pemkab telah berkoordinasi intens dengan Forkopimda terkait langkah-langkah mitigasi.
Mulai dari mendata sekaligus menyiapkan peralatan yang dibutuhkan bila perlu dilakukan evakuasi, hingga titik mana untuk pengungsian.
"BPBD terus berkoordinasi, termasuk menyiapkan masker yang siap dibagikan ke warga bila memang debu vulkanik mulai mengarah ke Banyuwangi. Dan infonya, semua pendaki juga sudah turun. Kami berharap skala erupsinya terus turun," jelas Ipuk.
Editor : Narendra Bakrie
