Sopir Taksi Online Surabaya Korban Begal Wanita Hembuskan Napas Terakhir

Sopir Taksi Online Surabaya Korban Begal Wanita Hembuskan Napas Terakhir © mili.id

Ilustrasi

Surabaya - Pudjiono, sopir taksi online yang menjadi korban begal oleh seorang wanita cantik di Royal Park Residence Gunung Anyar Tambak, Surabaya, hembuskan napas terakhir.

Sopir berusia 47 tahun itu meninggal setelah berjuang untuk sembuh hampir sebulan usai dijerat tali hingga ditusuk pisau pada lehernya oleh tersangka pada 1 Oktober 2024 lalu.

Baca juga: Persebaya Taklukkan Persija 1-0, Debut Shin Tae-yong Berakhir Pahit di Piala Presiden 2026

Kapolsek Gunung Anyar, Iptu Sumianto Harsya Fahroni, menyebut korban meninggal sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat ini, jenazah korban tengah berada di RSU dr Soetomo Surabaya.

"Betul. Korban meninggal dunia tadi pagi," kata Harsya saat dikonfirmasi, Senin (28/10/2024).

Untuk selanjutnya, pihaknya akan melakukan pengecekan ke kamar mayat RSU dr Soetomo Surabaya.

Kemudian, akan ke rumah duka di Jalan Keputran Panjunan 3/52 A, Genteng, Surabaya.

Diketahui, wanita cantik yang menjadi pelaku begal itu bernama Maria Livia (23), asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dia kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Baca juga: Aliansi Kalijudan Bersih, Desak Pengurus LPMK Mundur dan Dugaan Pungli Diusut Tuntas

Dalam pengakuaanya, Maria nekat menjadi begal karena ingin berlibur dan bekerja di Australia.

"Rencananya mobil itu akan dijual secara online dan uangnya digunakan untuk berlibur sekaligus bekerja di Australia," kata Kapolsek Gunung Anyar, Iptu Sumianto Harsya Fahroni kepada mili.id, Selasa (1/10/2024).

Dalam aksinya, pelaku memesan taksi online. Namun sampai di Royal Park Residence Gunung Anyar Tambak, pelaku menjerat leher korban dengan tali.

"Korban dijerat tali. Karena korban melawan, pelaku menusuk leher korban dengan pisau," ungkapnya.

Baca juga: DPMM FC Gagal Pertahankan Keunggulan, Tampines Rovers Paksa Laga Berakhir Imbang 2-2 di Piala Presiden 2026

Korban yang terluka di bagian leher, diturunkan paksa oleh pelaku. Pelaku lalu mengambil alih kemudi dan membawa kabur mobil korban.

"Pelaku panik, berkendara dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya menabrak mobil lain di perumahan itu. Jarak TKP awal dan pelaku diamankan sekitar 200 meter," beber Harsya.

Pelaku kemudian diamankan ke Mapolsek Gunung Anyar. Sedangkan korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.

"Korban terluka di bagian leher akibat ditusuk pelaku. Kondisinya sudah stabil," jelas Harsya.

Editor : Aris S



Berita Terkait