Petai hasil panen petani Situbondo (Foto: Fatur Bari/mili.id)
Situbondo - Petani Situbondo kegirangan setelah harga petai saat ini tembus Rp25 ribu per kilogram.
Harga petai mulai melambung di sejumlah pasar tradisional di Situbondo.
Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026
Melambungnya harga petai dalam beberapa pekan terakhir, membuat petani di Situbondo sumringah. Mengingat dalam satu pohon, bisa menghasilkan dua kwintal petai.
Yahya, seorang tengkulak petai di Situbondo mengatakan bahwa bulan ini belum masuk panen raya petai, sehingga harganya terus melambung.
"Harga petai tembus hingga Rp25 ribu untuk petai super. Sedangkan petai biasa harganya Rp20 ribu per kilogram," jelas Yahya, Minggu (27/10/2024).
Petani asal Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo saat panen petai (Foto: Fatur Bari/mili.id)
Baca juga: Polres Situbondo Amankan Komplotan Pelaku Curas Moncel
Menurut tengkulak asal Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo itu, panen buah yang kaya akan nutrisi ini bisa dipanen berulangkali.
Bahkan dalam satu kali panen, pohon petai berukuran besar bisa mencapai berat 1 kwintal.
"Kalau harga satu kilogram tembus Rp25 ribu. Namun jika dalam satu kwintal harganya mencapai Rp2 juta lebih. Kalau dua kali panen ya lumayan," bebernya.
Baca juga: Polres Situbondo Tambah Pos Pelayanan di Pelabuhan Jangkar untuk Pemudik
Yahya menambahkan, harga petai bisa anjlok saat musim hujan, mengingat kwalitas petai cenderung jelek. Harga petai dikatakan anjlok saat harganya di bawah Rp10 ribu.
"Harga petai biasanya murah saat musim hujan akibat kualitas yang jelek. Bisa juga saat memasuki musim panen raya," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
