Besok Dunia Merayakan Hari Kontrasepsi

Besok Dunia Merayakan Hari Kontrasepsi © mili.id

Ilustrasi

Mili.id - Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day di peringati setiap tanggal 26 September.

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya penggunaan kontrasepsi yang tepat, demi menjaga kesehatan reproduksi, mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, serta mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

Baca juga: Gerak Cepat Anas Karno, Keluhan Air Bersih Langsung Ditindaklanjuti

Pentingnya Kontrasepsi dalam Kesehatan Reproduksi

Kontrasepsi memainkan peran kunci dalam perencanaan keluarga yang lebih baik, memungkinkan pasangan untuk memutuskan kapan dan berapa banyak anak yang ingin mereka miliki.

Penggunaan kontrasepsi yang efektif tidak hanya membantu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, tetapi juga mengurangi risiko penyakit menular seksual (PMS), seperti HIV/AIDS.

Menurut data World Health Organization (WHO), lebih dari 214 juta perempuan di seluruh dunia tidak memiliki akses ke kontrasepsi modern.

Hal ini menempatkan mereka pada risiko tinggi untuk mengalami kehamilan yang tidak direncanakan, aborsi tidak aman, dan komplikasi kesehatan serius yang berhubungan dengan kehamilan.

Ragam Metode Kontrasepsi

Berbagai jenis kontrasepsi tersedia untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda, dan menurut keterangan Muti'ah, salah satu Kader Surabaya Hebat (KSH) di wilayah Kecamatan Simokerto, jika metode kontrasepsi yang paling umum yang biasa disosialisasikan kepada masyarakat antara lain:

Pil Kontrasepsi: Obat yang diminum setiap hari untuk mencegah kehamilan dengan cara mengontrol hormon tubuh.

Kondom: Alat pengaman yang tidak hanya mencegah kehamilan, tetapi juga melindungi dari infeksi menular seksual.

IUD (Intrauterine Device): Alat yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mencegah sperma mencapai sel telur.

Suntik KB: Metode kontrasepsi hormonal yang dilakukan setiap beberapa bulan untuk mencegah kehamilan.

Baca juga: HUT Bhayangkara Jadi Momentum BRI Jemursari Perkuat Sinergi dengan Polda Jatim

Sterilisasi: Metode kontrasepsi permanen melalui prosedur medis.

Kesadaran dan pemahaman yang baik mengenai berbagai pilihan kontrasepsi membantu individu untuk membuat

keputusan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan mereka.

Mengurangi Kehamilan Remaja

Salah satu tujuan penting dari Hari Kontrasepsi Sedunia adalah mengurangi angka kehamilan remaja yang masih menjadi tantangan di banyak negara, termasuk Indonesia.

Kehamilan di usia muda dapat membawa dampak serius, baik secara fisik, mental, maupun sosial bagi remaja perempuan.

Baca juga: PALM PARK Surabaya Hadirkan Staycation Seru Saat Libur Sekolah

Oleh karena itu, kampanye edukasi mengenai kesehatan reproduksi, penggunaan kontrasepsi, serta akses layanan kesehatan yang ramah remaja menjadi prioritas untuk mengurangi risiko kehamilan pada usia dini.

Kampanye Edukasi dan Akses Kontrasepsi

Berbagai organisasi kesehatan dan pemerintah di seluruh dunia terus berupaya memberikan edukasi yang komprehensif mengenai kontrasepsi.

Di Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) turut aktif dalam kampanye perencanaan keluarga melalui program Keluarga Berencana (KB).

Program ini menyediakan akses layanan kontrasepsi yang terjangkau dan mudah diakses bagi masyarakat, serta mengedukasi mereka tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

 

Editor : Aris S



Berita Terkait