Menikmati Semilir Angin Sembari Ngopi dan Makan Siang di Warung Barmojo Mojokerto

Menikmati Semilir Angin Sembari Ngopi dan Makan Siang di Warung Barmojo Mojokerto © mili.id

Pengunjung menikmati menu di Warung Barmojo, Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto (Foto: Ist)

Mojokerto - Semilir angin di antara dedaunan bambu, menambah kenikmatan ngopi hingga makan siang pengunjung salah satu warung di Mojokerto.

Tempat makan siang di bawah rindangnya pohon bambu Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini cocok menjadi jujukan Anda.

Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi

Sembari ngopi maupun menyantap menu makan siang, para pengunjung tampak asyik bercengkarama dengan kerabat, teman, juga keluarga.

Pengunjung semakin nyaman dengan adanya sejumlah joglo kecil di sana.

Nama warung itu adalah Barmojo. Nama itu merupakah singkatan dari Barongan Mojopahit. Nama tersebut dipakai lantaran Kecamatan Trowulan memiliki sejarah yang kuat dengan Kerajaaan Majapahit.

Salah satu pengunjung, Nurul mengaku sudah sejak pagi berada di warung yang memiliki luas 100 meter persegi tersebut.

"Karena di sini itu cuacanya yang silir-silir (semilir) di bawah pohon bambu mengingat masa kecil," ujar Nurul, Senin (23/9/2024).

Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto

Tak hanya suasana yang membuat Nurul dan pengunjung lain betah berlama-lama di Barmojo, tapi juga aneka sajian cemilan hingga pilihan menu makanan tradisional ada di sini. Seperti, nasi lodeh, rawon dan pecel.

"Ada menu jadul yakni lodeh ikan asin yang cocok dinikmati siang hari," ungkap dia.

Satu porsi nasi lodeh dengan lauk tempe dan ikan asin klotok dihargai Rp7.000. Sementara aneka es maupun kopi panas hanya seharga Rp3.000 per gelas.

"Harganya di sini tidak menguras kantong, cocok buat kita," tegasnya.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung

Sementara Muhammad Aris pengelola warung Barmojo menyebut, usaha ini berawal saat ia dan 5 temannya ingin memiliki warung kopi dengan mengandalkan lahan kosong yang tidak dimanfaatkan.

"Saya dan rekan-rekan itu berinisiatif untuk membentuk tempat ini agar bisa dimanfaatkan, jadi terbentuklah seperti ini," paparnya.

Warung ini rupanya sudah berdiri sejak satu tahun lalu. Dibuka mulai pukul 08.00 hingga 23.00 WIB setiap harinya, dan kini telah dikunjungi pengunjung yang rata-rata dari luar Kecamatan Trowulan.

"Utamanya memang buat tempat ngopi nyantai, sambil menikmati rindangnya pohon bambu di sini," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait