Enola Gay, pesawat pembom B-29 milik Amerika yang mengangkut bom atom (istimewa)
Mili.id - Tragedi pengeboman terhadap kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang merupakan salah satu peristiwa yang sangat bersejarah bagi dunia, Tragedi itu terjadi pada 6-9 Agustus 1945.
Pada tanggal 6 Agustus 1945, selama Perang Dunia II 1939-1945, pesawat B-29 Amerika menjatuhkan bom atom pertama di dunia, tepatnya di atas kota Hiroshima, Jepang.
Baca juga: Mantan Wali Kota di California Mengaku Jadi Agen Ilegal China, Terancam 10 Tahun Penjara
Ledakan tersebut langsung menewaskan sekitar 80.000 orang, dengan puluhan ribu lainnya meninggal karena terpapar radiasi yang dihasilkan dari bom atom tersebut.
Selang tiga hari berikutnya, pada 9 Agustus 1945, pesawat dengan jenis yang sama menjatuhkan bom atom lainnya di Nagasaki, Jepang, yang menewaskan sekitar 40.000 orang.
Negara Matahari Terbit yang dipimpin Kaisar Hirohito kala itu langsung mengumumkan penyerahan tanpa syarat dalam Perang Dunia II, melalui pidato radio pada 15 Agustus 1945.
Dasar Hiroshima dan Nagasaki Jadi Sasaran
Hiroshima saat itu merupakan pusat produksi Jepang, yang berpenduduk sekitar 350.000 orang dan terletak sekitar 500 mil dari Tokyo. Kota ini dipilih sebagai target pertama.
Baca juga: Tragedi di Lereng Dukono: Letusan Gunung di Halmahera Tewaskan Dua WNA dan Satu Pendaki Lokal
Setelah tiba di pangkalan AS di pulau Pasifik Tinian, bom uranium-235 seberat lebih dari 9.000 pon dimuat ke dalam pesawat pengebom B-29 yang dimodifikasi dengan nama Enola Gay (diambil dari nama ibu pilotnya, Kolonel Paul Tibbets).
Pesawat B-29 menjatuhkan bom "Little Boy" dengan parasut pada 6 Agustus 1945 pukul 8:15 pagi. Bom itu meledak 2.000 kaki di atas Hiroshima dalam ledakan yang setara dengan 12-15.000 ton TNT, menghancurkan lima mil persegi kota.
Kemudian pada 9 Agustus 1945, Mayor Charles Sweeney menerbangkan pesawat pembom B-29 lainnya, Bockscar, dari Tinian. Awan tebal di atas target utama, kota Kokura, membawa Sweeney ke target sekunder, Nagasaki, tempat bom plutonium "Fat Man" dijatuhkan pada pukul 11:02 pagi.
Baca juga: 16 Jenazah Korban Bus ALS vs Truk Tiba di RS Bhayangkara Palembang
Bom tersebut memiliki berat hampir 10.000 pon dan dibuat untuk menghasilkan ledakan 22 kiloton. Topografi Nagasaki, yang terletak di lembah-lembah sempit di antara gunung-gunung, mengurangi efek bom, membatasi kehancuran hingga 2,6 mil persegi.
Tingkat kehancuran dan kekacauan terjadi pada sebagian besar infrastruktur kota Hiroshima dan Nagasaki itu pasca pengeboman.
Diperkirakan sekitar 70.000 hingga 135.000 orang tewas di Hiroshima dan 60.000 hingga 80.000 orang tewas di Nagasaki, baik akibat paparan akut ledakan maupun efek samping radiasi jangka panjang.
Editor : Aris S
