Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman dan cucu Logianto, Jannice Michelle. (wendy)
Surabaya - Pelaku tabrak lari terhadap Lansia Logianto (72), di Jalan Embong Malang, pada Minggu (23/6/2024) sekitar pukul 12.30 WIB, persis di depan Tunjungan Plasa (TP) SOGO, yang viral hingga menyita perhatian Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, hingga kini masih dalam penyelidikan polisi.
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman mengatakan, ia mengalami sedikit kesulitan mengindentifikasi pelaku, dalam penyelidikan tersebut.
Baca juga: Dugaan Pungli di SWK Tambak Wedi Kian Menguat, Pedagang Beberkan Kwitansi hingga Kisah Intimidasi
Hal ini dikarenakan pihaknya hanya berhasil menghimpun dua rekaman CCTV, salah satunya yakni milik CCTV TP. Itupun pelaku terhalang oleh sebuah pilar saat korban diduga ditabrak oleh pelaku.
Tepat di seberang TP dekat lokasi Logianto tersungkur, kata Arif ada CCTV yang diduga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu tak berfungsi sebagaimana mestinya.
"Surabaya ini adalah kota besar, yang memiliki standar sebagai smart city. Namun, cukup disayangkan ketika kami mencoba mengcover beberapa CCTV untuk pemantauan, ETLE, mengumpulkan petunjuk peristiwa, itu kondisinya kurang baik atau butuh perawatan," katanya, Kamis (27/6/2024).
Menurut Arif, tidak berfungsinya CCTV Pemkot Surabaya dengan baik ini menjadi salah satu kendala bagi pihaknya untuk melakukan pengungkapan suatu peristiwa di jalan raya.
"Dalam pengungkapan peristiwa ini, kami terbantu dari CCTV sekitar Tunjungan Plasa, yaitu di Pakuwon Tower dan di depan Hotel Four Point. Harapan besar kami, bahwasannya kondisi CCTV Kota Surabaya bisa diperbaiki kedepannya," tambahnya.
"Sehingga, apabila dibutuhkan dalam proses penyelidikan bisa membuat terang peristiwa, baik itu kecelakaan maupun kejahatan di jalan," lanjutnya.
Baca juga: Four Points Surabaya Sukses Gelar Summer Class Harpa Tiga Hari
Arif memaparkan, data yang ia himpun ada beberapa CCTV yang tidak berfungsi dengan baik. Bahkan CCTV itu letaknya berada di jalan protokol yang bisa disebut tak pernah sepi pengendara melintas.
"Data yang kami kumpulkan, sebagain besar CCTV di tengah kota di beberapa ruas Jalan Tunjungan, Basuki Rahmat, Embong Malang, Jalan Raya Darmo, Ahmad Yani, itu kurang berfungsi dengan baik," ungkapnya.
Dengan demikian, Arif menegaskan, hal itu hendaknya dijadikan evaluasi bersama, baik bagi pihaknya maupun Pemkot Surabaya, agar senantiasa memperhatikan instrumen pendukung kota untuk menjaga Kamtibmas.
"Ini tentunya menjadi evaluasi bersama pihak kepolisian dan Pemkot Surabaya untuk bersama-sama merawat instrumen-instrumen, ataupun sarana-prasarana yang sangat dibutuhkan masyarakat dan aparatur negara," tegasnya.
Sementara Jannice Michelle, cucu Logianto, juga menyayangkan atas tidak berfungsinya CCTV di Surabaya dengan Baik. Menurutnya, hal itu menghambat kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang menabrak kakeknya.
"Kota Surabaya Smart City yang seharusnya CCTV ada, ternyata faktanya tidak berfungsi dengan baik. Saya harapkan lebih baik lagi. Sekarang akibatnya apa? Bikin rumit proses penyelidikan ini," paparnya.
Sebagai pihak keluarga korban, ia merasa sangat kecewa, karena hingga saat ini pelaku tak kunjung terungkap, setelah membuat kakeknya mengalami petah tulang rusuk dan trauma otak kategori sedang.
"Ya jujur saja, saya sebagai keluarga merasa kecewa, karena kakek saya seperti itu dan tidak ada jawaban pasti. Jadi semoga dengan kasus ini, bisa berbenah diri. Jadi bahan evaluasi untuk lebih baik kedepannya," pungkasnya.
Editor : Aris S
