Puluhan Polisi Evakuasi Pelaku Curanmor Surabaya Dihakimi Massa

Puluhan Polisi Evakuasi Pelaku Curanmor Surabaya Dihakimi Massa © mili.id

Petugas mengevakuasi pelaku menuju mobil polisi. (istimewa)

Surabaya - Suasana tenang warga Kendangsari Gang Lebar, Surabaya, berubah menegangkan ketka seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tertangkap dan dihakimi massa, Minggu (2/6/2024) malam.

Salah satu warga setempat, Adi mengatakan, pelaku awalnya datang ke salon berlagak ingin potong rambut, dan saat itu pegawai salon masih sibuk meladeni pelanggan lainnya.

Baca juga: Four Points Surabaya Sukses Gelar Summer Class Harpa Tiga Hari

Ketika di dalam salon itulah pelaku melihat kunci motor yang tergeletak di meja dekat tempat tunggu antrean, dan saat ada kesempatan pelaku segera mengambilnya.

Namun diduga pelaku tidak tahu kunci motor apa yang dimabil, sehingga dirinya mencoba di setiap motor yang terparkir di depan salon.

"Kalau kata pegawai laundry depan salon rambut itu, pelaku awalnya sempat nyoba menyalakan motor Vario, tapi kayak kesulitan. Terus pindah ke motor Vega-R punya pemilik salon," katanya kepada mili.id, Senin (3/6/2024).

Pelaku tak sadar bila aksinya diamati oleh pegawai laundry yang ada di depan salon tersebut, kemudian ketenangan tersebut pecah setelah massa mendengar teriakan "maling" dari penjaga laundry.

Awalnya, ada puluhan orang mendatangi lokasi untuk mengamankan pelaku, namun tidak selang beberapa lama suasana di perkampungan padat penduduk itu semakin tegang dengan jumlah massa yang semakin banyak.

Massa sempat menginterogasi pelaku, dia mengaku bernama Adi Saputra berusia 18 tahun asal Pasuruan, dan pelaku sempat mengelak saat dituduh hendak mencuri kendaraan yang terparkir depan salon.

"Ngakunya keliru sepeda motor. Pas ditanya ke salon pakai motor apa, dia tidak bisa menjawab, seperti kebingungan gitu," tambahnya.

Baca juga: DPRD Soroti Sanksi Lurah, Penjual Stan Belum Tersentuh Hukum

Massa yang geram reflek menghajar pelaku, sambil interogasi masih terus berjalan, dan akhirnya Adi Saputra mengaku dia datang ke salon diantar oleh rekannya yang dipanggil Cak Manan.

"Jadi pelaku datang diantar temannya. Waktu pelaku berusaha eksekusi, temannya nunggu di Jalan Raya Kendangsari. Orang itu sudah dicari warga, tapi gak ada. Mungkin kabur pas tahu kalau temannya ditangkap warga," lanjutnya.

Usai remuk dihajar warga, kemudian pelaku dibawa ke balai RT setempat, dan salah satu warga kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Tenggilis Mejoyo.

"Selang 10 menitan polisi datang, itu gak bisa menjangkau ke Balai RT, soalnya sudah terlalu banyak warga yang berkumpul," tuturnya.

Warga yang masih geram dan masih ingin menghajar pelaku sempat merusak fasilitas balai RT tersebut. Khawatir suasana semakin runyam, akhirnya puluhan anggota Sabhara Polrestabes Surabaya dikirim ke lokasi untuk mengevakuasi pelaku.

Baca juga: Tokoh Tambak Wedi Nilai Persoalan SWK Bukan Kesalahan Lurah

"Mungkin itu dua kompi, mas. Akhirnya kerumunan massa dapat dibuka, polisi masuk ke Balai RT langsung membawa pelaku menuju mobil," paparnya.

Ketika pelaku digiring ke mobil polisi, massa masih saja meluapkan amarahnya dengan berusaha menghajar pelaku tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo Ipda Aris Nuryanto membenarkan peristiwa tersebut, pelakukini masih dalam pengembangan penyidik.

"Iya, mas. Pelaku inisial AS asalnya Pasuruan," pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait