Pendaki Terperosok di Jalur Ilegal, TNBTS Perketat Pengamanan Semeru
Sabtu, 06 Jun 2026 19:19 WIBPendaki Terperosok di Jalur Ilegal, TNBTS Perketat Pengamanan Semeru
Pendaki Terperosok di Jalur Ilegal, TNBTS Perketat Pengamanan Semeru
Enam pendaki yang sempat dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Lamari, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah operasi pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
"Korban kini sedang dalam perawatan. Semua berjalan aman dan kondusif," jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Pendaki itu bernama Chamdan Salman Alfarisi (21), asal Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.
Penutupan jalur pendakian itu diumumkan pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani.
Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan bahwa keempat pendaki itu ditemukan selamat.
Buntut pelarangan pengambilan foto fan video proses evakuasi korban jatuh ke jurang Gunung Saeng, Desa Sumberwaru, Kecamatan Binakal, Bondowoso.
Korban yang merupakan pelajar SMKN 5 Jember jatuh ke jurang sedalam 150 meter ketika mendaki bersama 4 temannya.
Kepala Sekolah: Mereka berangkat tanpa izin sekolah.
Alhamdulilah ketiganya ditemukan selamat meskipun dalam keadaan kelelahan dan lapar.
Satu dari dua pendaki ini terpaksa ditandu Tim SAR, di tengah curam dan licinnya Jalur Bremi Gunung Argopuro.
Pemandu pendaki (guide) lokal, pengangkut barang (porter), sampai tukang ojek yang biasa melayani pendaki semringah setelah menerima kabar dibukanya kembali jalur pendakian.
Pembukaan itu jalur itu tertuang dalam surat yang dikeluarkan Perhutani nomor 0807/001.6/BWB/2024 tertanggal 26 Desember 2024.
"Kendala itu adalah cuaca dan medan, kabut cepat berubah," terang I Wayan Suwena.