Begini Cara Pemuda Jatim Beragam Akhiri Kampanye Pemilu 2024
Sabtu, 10 Feb 2024 15:57 WIBPesta Rakyat Jatim Beragam ini digelar di depan Posko Pandegiling Surabaya, Jalan Pandegiling 223, Surabaya.
Pesta Rakyat Jatim Beragam ini digelar di depan Posko Pandegiling Surabaya, Jalan Pandegiling 223, Surabaya.
Pemilu 2024 yang akan digelar pada 14 Februari itu akan memasuki masa tenang yang dijadwalkan selama tiga hari menjelang waktu pencoblosan yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Februari 2024.
Suara rakyat menentukan masa depan Bangsa Indonesia lima tahun ke depan.
Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat waspada terkait 'serangan fajar' atau politik uang pada 14 Februari 2024 mendatang.
Hal itu disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy (Gus Romi) usai kampanye akbar di Jember.
Aksi di Jalan Tunjungan, Surabaya itu dilakukan sekelompok pemuda yang mengatasnamakan dirinya Jatim Beragam.
Pesan itu ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat setelah melihat situasi akhir-akhir ini yang menghangat dan dianggap berpotensi melemahkan kesatuan dan persatuan bangsa.
Keluarga besar Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) menyikapi kualitas demokrasi di Indonesia pada Pemilu 2024.
Dengan seruan moral yang disampaikan dalam bentuk deklarasi itu, diharapkan ke depan menjadi pembelajaran bagi jalannya roda pemerintahan di Indonesia.
Banyaknya pelanggaran etika dalam pemilu itu menunjukkan kemunduran demokrasi.
"Tujuannya demi meningkatkan partisipasi pemilih pemula dari Gen-Z, agar mereka tidak golput," terang Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro.
Puluhan orang yang terdiri dari rektor, mahasiswa, hingga dosen sepakat jika kampus bukan tempat berpolitik.
Telah terjadi pencederaan demokrasi dan pengebirian hak demokrasi masyarakat dengan berbagai propaganda.
"Mari kita jaga pemilu bermartabat dan jurdil, demi rakyat Indonesia," ungkap Sekretaris DPC PDIP Surabaya, Baktiono.