Petugas mengevakusi jasad manusia yang tinggal kerangka, Minggu (12/5/2024). Foto : (nana/mili.id)
Mojokerto - Sebuah kerangka manusia ditemukan di area persawahan Dusun Balongwaru, Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Minggu (12/5/2024), disinyalir kerangka tersebut dari jasad warga setempat yang dilaporkan hilang sekitar tiga bulan lalu.
Sedangkan, malam harinya, Sabtu (11/5/2024) lebih dulu ditemukan sesosok mayat pria oleh pencari burung di area persawahan, Dusun Tuwiri, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari.
Mayat yang belum diketahui identitasnya itu disinyalir telah tewas lebih dari dua pekan lalu.
Catur Muji Santoso warga Kecamatan Puri menemukan tulang belulang warga yang hilang itu sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, Catur bersama rekannya sedang memanen tebu, dan dikejutkan adanya kerangka mayat.
"Saksi tidak sengaja tersandung tulang belulang korban, dari situ keberadaan mayat ini diketahui," ujar Kapolsek Puri AKP Sugeng Hari Marhanto.
Melihat itu, Catur meminta pertolongan warga lain untuk melapor ke polisi. Petugas Unit Reskrim Polsek Puri bersama Tim Inafis sesampai di lokasi langsung melakukan olah TKP.
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
Di lokasi, petugas mendapat beberapa barang bukti, yakni kaus warna biru, karung warna putih dan karet gelang di tangan kiri korban.
"Dari pemeriksaan sementara ini tidak ditemukan indikasi kekerasan," sebutnya.
Temuan ini, lanjut Kapolsek, mengarah pada sosok orang hilang yang pernah dilaporkan ke Polsek Puri sebelumnya. Yaitu, Kadis (71), warga Dusun Jetak, Desa Balongmojo, Kecamatan Puri.
Oleh keluarga, korban dilaporkan meninggalkan rumah sejak Februari lalu. "Keluarga melapor orang hilang ke Polsek Puri pada 4 maret lalu," beber Sugeng.
Menurutnya, sejumlah ciri seperti tinggi badan 160 cm pakaian yang dikenakan terakhir kali oleh Kadis cocok dengan mayat nahas tersebut.
Sehingga, kerangka mayat korban diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan. "Identitas sementara korban atas nama Kadis. Terakhir kondisi korban sudah mengalami penurunan ingatan atau pikun," pungkasnya.
Editor : Aris S
