Andika dan teman-temannya saat ngabuburit di kolam alami kaki Gunung Raung. (Eko/Mili.id)
Banyuwangi - Berbagai cara bisa dilakukan saat menanti waktu berbuka. Seperti yang dilakukan anak-anak yang tinggal di kaki Gunung Raung, Dusun Sugihwaras, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Senin (01/04/2024).
Mereka memilih bermain air bersama-sama di sebuah kolam alami dusun setempat. Bermain air menjadi cara terbaik bagi mereka mengesampingkan rasa haus dan lapar selama satu hari berpuasa.
Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi Tetap Lestari, Wujud Syukur Warga Osing atas Sumber Kehidupan
Air yang dingin dan segar langsung dari sumber memberi sensasi tersendiri bagi anak-anak itu. Dinginnya mirip seperti es menurut Andika (10), bocah setempat.
"Dinginnya seperti es. Mak nyesss!! Mandi disini biar tidak kerasa haus saja," katanya kepada mili.id.
Andika mengaku, dengan bermain air waktu terasa cepat berlalu. Terutama dilakukan bersama dengan teman-temannya. Lebih-lebih ditemani banyak kawan lain.
Hampir setiap Ramadan, Andika mengaku mengisi waktu ngabuburit dengan mandi air kolam. Modalnya murah, hanya celana dan ban dalam mobil yang disulap jadi pelampung agar bisa mengambang di permukaan air.
"Bawa ban sendiri, jadi tinggal main bersama," katanya.
Baca juga: Nini Carlina Comeback di Kampung Halaman, Rilis Lagu Religi “Siti Hajar” Penuh Haru
Anak lainnya yaitu Rendi Laksana (10), mengatakan, bermain air menjadi kegiatan biasa bagi anak-anak di Dusun Sugihwaras, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore. Hawa panas saat siang hari terasa sirna ketika Rendi dan anak lainnya terjun bermain air.
"Langsung dingin, tidak terasa panas lagi," ujarnya.
Waktu bermain, terang Rendi, biasa dimulai sekitar pukul 13.00 hingga menjelang waktu ashar. Bermain air rutin dilakukan mereka kecuali saat hujan turun.
"Ashar pulang karena mau mengaji," katanya.
Karena terbiasa bermain air, Rendi dan teman-temannya lihai beratraksi ketika terjun ke air. Ban menjadi media atraksi mereka di permukaan air.
"Ada game renang paling cepat dari ujung ke ujung," pungkasnya.
Editor : Achmad S
