Ribka Pratiwi, Head of PR Ninja Xpress
Surabaya – Perusahaan jasa pengiriman berbasis teknologi, Ninja Xpress bekerja sama dengan Milieu Insight meluncurkan hasil riset Suara UKM Negeri Vol 4 yang membahas tentang “Seluk Beluk Social Commerce di Indonesia”.
Sebanyak 600 responden dari pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) online untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pemanfaatan social commerce untuk menjangkau target market dan meningkatkan penjualan.
Baca juga: Pedagang Ancam Demo Balai Kota, Tolak Tarif Stan SWK Kalijudan
Istilah social commerce merupakan platform yang dimulai dari unsur sosial dan digunakan untuk mengembangkan basis pengguna sehingga dapat dimonetisasi untuk berjualan.
Berdasarkan riset Suara UKM Negeri Vol 3 tentang "Bagaimana Masa Depan pembelanja online atau e-shopper di Indonesia?" Menemukan mengenai kelompok E-Shopaholics yang merupakan kelompok pembeli online (e-shoppers) yang sudah terbiasa dan terus menerus berbelanja online.
Dalam riset tersebut, media sosial adalah mesin pencari masa kini bagi para e-shopaholics dan mereka terbiasa berbelanja multi-platform. Data tersebut didukung oleh “Bold Moves: Leading Southeast Asia’s next wave of consumer growth” yang menemukan bahwa sosial media tidak hanya menjadi platform berjejaring tetapi juga untuk mencari sebuah informasi sehingga berdampak pada penentuan keputusan seseorang.
Chief Marketing Officer Ninja Xpress, Andi Djoewarsa melalui Ribka Pratiwi, Head of PR Ninja Xpress menjelaskan bahwa Era digital adalah era yang dinamis dan transformatif, kerap mengalami perubahan. Sehingga pelaku UKM disarankan agar menerapkan strategi multi- platform dapat meminimalisir dampak bisnis apabila salah satu platform sedang menghadapi isu tertentu.
"Untuk itu kami juga mendorong pelaku UKM untuk terus mengembangkan potensi bisnisnya dengan mengembangkan situs online UKM-nya masing-masing dan memaksimalkan pemanfaatan social commerce untuk meningkatkan pendapatan," katanya, Kamis (28/3/2024).
Untuk memenuhi kebutuhan para pelaku UKM, Ninja Xpress menghadirkan layanan pembuatan website bagi para pelaku UKM sehingga mereka dapat memiliki their own platform yang memberikan akses bagi mereka untuk mengembangkan bisnis dan memaksimalkan penjualan di social media mereka.
"Selain itu layanan photo / video produk untuk pembuatan konten yang disediakan oleh Ninja Xpress diharapkan dapat membantu relevansi antara konten dengan produk yang dijual oleh UKM tersebut," ungkapnya
Untuk mengetahui lebih lengkap terkait social commerce, Ninja Xpress melalui riset Suara UKM Negeri Vol. 4 memberikan insight tentang social commerce dan menemukan tiga alasan mengapa social commerce penting dalam mendukung peningkatan penjualan yang diantaranya.
Baca juga: Dugaan Pungli di SWK Tambak Wedi Kian Menguat, Pedagang Beberkan Kwitansi hingga Kisah Intimidasi
Audiens: Social commerce memiliki audience yang lebih luas dari marketplace 48% seller mengatakan bahwa social commerce dapat menyediakan lebih banyak pelanggan potensial yang dapat ditargetkan. Karakteristik platform social-first adalah unsur sosial, seperti dampak dari banyaknya pengikut dan konten buatan UKM, yang dimanfaatkan untuk membangun database dari konsumen. Oleh karena itu, UKM mengatakan ada lebih banyak pelanggan potensial yang dapat ditargetkan.
Relevansi: Social Commerce mempermudah UKM menemukan target audience mereka dengan konten yang relevan 37% seller mengatakan bahwa social commerce membuka peluang mereka untuk lebih mudah untuk dikenal oleh target audiens yang relevan. Ketika sebagian besar orang mengunjungi platform social-first, biasanya mereka ingin mencari hiburan.
Diversifikasi: Social Commerce membantu melakukan diversifikasi sehingga dapat menjangkau lebih banyak pembeli 34% dari seller mengatakan bahwa mereka perlu mendiversifikasi kanal penjualan mereka untuk menargetkan audiens yang lebih beragam.
"Selain peluang yang hadir dari platform social commerce, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UKM untuk memaksimalkan pemanfaatan social commerce seperti adalah 50% dari seller menyampaikan bahwa mereka masih memiliki kesulitan untuk membuat konten yang efektif, 48% dari seller juga mengatakan sulit untuk mengejar algoritma platform yang terus berubah," bebernya.
Sementara itu, salah satu seller skin care dan parfum asal Surabaya, Arief Wahyu mengungkapkan bahwa Social commerce menjadi platform pemasaran dan penjualan yang sangat efektif dalam mendukung peningkatan pendapatannya. Dengan memaksimalkan peluang dari Facebook Ads kami berhasil meningkatkan penjualan 38-40persen setiap harinya.
Baca juga: Four Points Surabaya Sukses Gelar Summer Class Harpa Tiga Hari
"Kedepannya tidak hanya berjualan melalui Facebook Marketplace dan juga promosi melalui Facebook Ads, kami juga ingin memaksimalkan pemasaran bisnis kami melalui berbagai platform seperti Tiktok Shop dan memaksimalkan Video Ads untuk Youtube, Reels, dan Instagram Story sehingga dapat mendukung bisnis kami untuk berkembang kedepannya," ungkap Arif Wahyu.
Arief Wahyu juga menambahkan tantangan dalam pemanfaatan social commerce khususnya dalam pengelolaan website yang terkadang perlu dimaintain secara khusus untuk menjaga kepercayaan calon pembeli dan juga menyediakan platform jual beli yang mandiri.
"Melihat tantangan tersebut, Ninja Xpress sebagai sahabat UKM juga menyediakan fasilitas dukungan pembuatan website untuk menghadirkan platform jual beli kami yang independen. Selain itu sejalan dengan target bisnis untuk memproduksi produk baru, fasilitas photo video produk juga menjadi solusi agar seller dapat memiliki bank konten untuk promosi di social commerce," kata Wahyu.
Selain mendukung para pelaku UKM dalam mempromosikan produk mereka, Ninja Xpress juga terus berupaya memberikan layanan pengiriman melalui ekosistem pengiriman yang terintegrasi dengan menyediakan 17 mesin DWS di seluruh Warehouse wilayah Jawa Timur milik Ninja Xpress yang digunakan untuk menimbang paket dengan akurat dan juga tetap menjaga Service Level Agreement (SLA) diatas 98 persen untuk mendukung paket sampai tujuan dari dan ke Jawa Timur dengan tepat waktu. Klik di sini untuk mengakses laporan resmi selengkapnya.
Editor : Aris S
