Komisioner KPU Jember memeriksa dugaan penggelembungan suara di wilayah Kecamatan Sumberbaru (Foto: Hatta/mili.id)
Jember - Dugaan penggelembungan suara calon legislatif (caleg) DPR RI, terjadi di wilayah Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.
Temuan itu diketahui oleh Komisioner KPU Jember, saat melakukan pemantauan di Kantor Kecamatan Sumberbaru. Penggelembungan suara itu diduga terjadi di tiga desa dalam kecematan tersebut.
Baca juga: Aston Jember Sajikan Sensasi Street Food Jepang Autentik
"Awalnya kita menerima informasi adanya ketidaksesuaian hasil rekap PPK di C-Hasil dengan D-Hasil di wilayah Kecamatan Sumberbaru. C-Hasil itu data perolehan suara di TPS dalam bentuk Plano. Sedangkan D-Hasil adalah hasil rekapitulasi tingkat PPK, yang sudah dilaksanakan di Kecamatan Sumberbaru," papar Komisioner KPU Jember, Ahmad Hanafi di kantornya, Minggu (25/2/2024) malam.
Dari informasi tersebut, Hanafi bersama Komisioner KPU Jember Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Achmad Susanto, beserta operator KPU setempat, melakukan pengecekan data.
"Dari pengecekan, yang kita terima itu ada di Desa Jatiroto, Yosorati, dan Jamintoro, di Kecamatan Sumberbaru. Kemudian hasilnya, dari sampling di Desa Jamintoro, dan Jatiroto, kita temukan adanya dugaan penggelembungan suara untuk Caleg DPR RI Partai Golkar nomor 4," ungkap Hanafi.
Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember
"Namun demikian, kita menduga ini terjadi di hampir semua TPS. Temuan kami, dari salah satu TPS sebagai sampling, perubahan angka perolehan suara itu, dari 0 jadi 46. Intinya penggelembungan lumayan besar angkanya," beber dia.
Namun demikian, Hanafi masih enggan menjelaskan detail soal angka penggelembungan suara yang terjadi. Karena pihaknya masih akan melaporkan temuan tersebut ke Bawaslu Jember pada Senin (26/2/2024).
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
"Supaya ada tindakan penegakan hukum di pihak-pihak yang melakukan kecurangan. Kita juga belum cek yang lain, karena berdasarkan informasi awal. Tapi nanti akan dicek lagi semua," tandasnya.
Editor : Narendra Bakrie
