Perayakan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili, Warga Tionghoa dan umat Tri Dharma di Jember, berdoa di TITD atau Kelenteng Pay Lien San.(M Hatta/mili.id)
Jember - Perayakan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili, Warga Tionghoa dan umat Tri Dharma di Jember, berdoa di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau Kelenteng Pay Lien San yang berada di Desa Jubung/Glagahwero, Kecamatan Sukorambi, Jember.
"Menyambut Tahun Baru Imlek ini tidak ada yang spesifikasi dan khusus, karena kita setiap tahun melaksanakan itu dengan suka ria dan suka cita bersama teman-teman lintas agama," ujar Wakil Ketua Kelenteng TITD Pay Lien San, Hery Novem Stadiono.
Baca juga: Aston Jember Sajikan Sensasi Street Food Jepang Autentik
Namun untuk perayaan Tahun Baru Imlek kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena bersamaan dengan pelaksanaan Pemilu 2024.
Pada kesempatan ini Hery juga berharap dalam proses pemilu 14 Februari 2024 pihaknya mohon supaya pesta demokrasi jangan sampai ada kericuhan dan pertengkaran.
"Karena apapun yang terjadi, apapun yang kita pilih itu yang akan menjadi pemimpin kita dan terpilih oleh rakyat. Ya harus kita hormati dan harus menjunjung tinggi persatuan," sambungnya.
Lanjut pria yang juga punya nama mandarin Jap Swie Liong ini menjelaskan, karena dalam penanggalan China, tahun ini memasuki tahun Naga Kayu sehingga sosok pemimpin yang nantinya layak memimpin atau menjadi Presiden RI di masa mendatang harus seorang yang bijaksana dibanding pemimpin yang pandai atau kuat.
"Karena pas tahun ini adalah bershio naga, berunsur kayu. Naga ini simbol kekuatan kemakmuran dan kemampuan. Sedangkan unsurnya kayu itukan kaku, sehingga ke depan ketika seumpama memilih (calon Presiden RI) harus memilih betul-betul pemimpin yang bijaksana," paparnya.
Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember
Namun demikian, kata Hery, siapapun yang nantinya menjadi pemimpin atau Presiden RI, bagi yang kalah tidak boleh putus asa ataupun malah menciptakan kericuhan.
"Kita tidak boleh istilahnya kalau yang kalah nantinya marah dan berduka. Jangan sampai terjadi," ujarnya.
Akan tetapi, untuk umat Pay Lien San, berharap nanti pesta demokrasi itu berjalan dengan aman, jujur, dan adil. Tanpa ada pergesekan diantara umat manusia atau masyarakat.
Terpisah salah seorang jamaat umat Tri Dharma Richard Antoni, berharap dengan perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini memberikan dampak positif, terlebih saat bersamaan dengan pelaksanaan Pemilu 2024.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
“Menjelang tahun politik 2024, semoga pemimpin yang terpilih bisa memberikan dampak yang positif kepada umat beragam di seluruh Indonesia. Kita juga butuh sosok pemimpin yang layak, dan tidak menjurus hanya satu sisi saja. Tapi bisa memberikan dukungan, support kepada segala budaya yang ada di indonesia,” ujar Richard.
Pemuda asal Pasuruan ini juga menaruh harapan, pada tahun Shio Naga berunsur kayu itu. Memberikan keberkahan bagi umat Tri Dharma.
“Semoga imlek di tahun ini Shio Naga Kayu ini, kita semua mendapatkan kemakmuran kesehatan dan kelancaran dalam segala usahanya kita,” pungkasnya.
Editor : Aris S
