Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Jember (Foto: Hatta/mili.id)
Jember - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut Jawa Timur mendapat tambahan alokasi pupuk bersubdisi, meski dari terjadi pengurangan dari pemerintah pusat.
Hal itu disampaika Khofifah menjawab pertanyaan wartawan di sela kegiatan pengajian akbar dalam rangka Silaturrahim Forum Kiai Kampung dan Guru Ngaji Indonesia Wilayah Jember dan Harlah 78 Tahun Muslimat NU di Lapangan City Forest Arum Sabil, Sumbersari, Jember, Rabu (31/1/2024).
Baca juga: Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan UMKM
Menurutnya, penambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk Jatim itu dilakukan setelah dirinya mengajak komunikasi Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.
"Kami sudah mengomunikasikan ke Kementan, dan sejak September (2023) kemarin sudah mulai ada penambahan, diupayakan dua kali (lipat) penambahan pupuk," jelas Khofifah.
Dia menyebut bahwa penambahan alokasi pupuk bersubsidi itu untuk menjaga hasil pertanian di Jatim.
Baca juga: Khofifah Dorong Jatim Mendunia Melalui Ajang MANTRA116 Internasional
"Karena Jawa Timur disebut sebagai lumbung pangan nasional, jadi harus ada upaya untuk menjaga ini," tegasnya.
"Namun demikian, persoalan pupuk ini sudah sejak lama. Antara suplai dan permintaan pemenuhan kebutuhan belum seimbang. Tetapi kami sudah memperoleh tambahan itu," sambung Khofifah.
Baca juga: Penurunan Stunting Terbaik di Pulau Jawa, Khofifah Dianugerahi Penghargaan Persagi
Dengan adanya persoalan alokasi pupuk bersubsidi, dia melakukan upaya alternatif dengan mengimbau petani agar tidak terlalu tergantung dengan pupuk bersubsidi, dan bersedia untuk menggunakan pupuk organik.
"Opsi paling strategis adalah menggunakan pupuk organik. Situbondo sudah mulai, Jember sebagian juga sudah mulai. Paling besar ada di Ngawi dan Tuban," tandasnya.
Editor : Narendra Bakrie
