Dampak erupsi merapi Semeru menyebabkan rumah warga tertimbun/Foto dok
Mili.id - Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB akan melakukan pemutakhiran informasi penanganan darurat Erupsi Gunung Semeru. Kepala BNPB Suharyanto menginformasikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Panglima TNI untuk meminta dukungan personel dan peralatan.
Di samping itu ia juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan penanganan masyarakat yang terdampak erupsi.
Baca juga: Pendaki Terperosok di Jalur Ilegal, TNBTS Perketat Pengamanan Semeru
Dalam keterangan pers, Kepala BNPB menyampaikan bahwa otoritas setempat masih memastikan proses evakuasi terhadap warga.
Informasi sementara, belum ada informasi pendaki gunung yang terjebak saat erupsi berlangsung. Sementara itu, BPBD Kabupaten Lumajang masih memastikan apakah masih ada penambang pasir yang terjebak saat peristiwa terjadi.
“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang, waspada dan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah, PVMBG, BNPB, BPBD maupun pemerintah daerah dan tidak terpicu isu yang tidak benar,” tambahnya, Sabtu (4/12) malam.
Baca juga: Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Capai 3 Kilometer
Terkait dengan dampak di sektor pemukiman, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menyatakan bahwa hampir semua rumah hancur di Curah Kobokan.
Warga terdampak erupsi mengungsi sementara waktu di Balai Desa Penanggal, sementara ada pula jembatan putus di Gladak Perak.
Baca juga: BNPB Tambah Dukungan Udara, Riau Andalkan Water Bombing dan OMC
Kondisi ini mengakibatkan warga Pronojiwo tidak bisa mengarah ke Wilayah Lumajang. Selain itu, banyak pohon yang tumbang jalan nasional menuju ke arah Malang terhambat.
“Beberapa teman harus putar melewati Malang. BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Malang mohon membantu untuk membuka pos tempat pengungsian dan dapur umum untuk melayani warga di Pronojiwo,” ujar Wakil Bupati Lumajang.
Editor : Redaksi
