Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto (Foto: Twitter PDI Perjuangan @PDI_Perjuangan)
mili.id - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk menggandeng Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, sebagai langkah yang diambil demi kepentingan nasional, bukan keluarga.
Menurut Hasto, PDIP telah mendengarkan aspirasi berbagai pihak yang mengkhawatirkan munculnya politik dinasti dalam Pilpres 2024.
Baca juga: PDIP Kritik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau, Singgung Simbol Kekuasaan
"Itu suatu respons yang diberikan oleh masyarakat. Kami mendengarkan suara dari Pak Gunawan Muhammad, dari Pak Hamid Awaluddin, dari Butet, bahkan terakhir dari Aep Saifullah kami mendengarkan dari para budayawan, para seniman para ahli hukum tata negara dari para ilmuwan dari perguruan tinggi yang semua menyuarakan hal yang sama," kata Hasto yang dikutip dari Kumparan, Sabtu (28/10/2023).
Hasto mengatakan, kekhawatiran muncul ketika ada upaya memanipulasi hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK) agar keluarga tertentu bisa maju dalam pemilihan.
PDIP, sebagai partai yang berakar pada rakyat, mengambil langkah-langkah ini sebagai tanggapan terhadap kekhawatiran masyarakat.
"Bahwa demokrasi yang liberal, kapitalistik dan juga mendorong berbagai bentuk politik dinasti tetapi yang kami dengarkan dengan saksama, dengan jernih adalah suara-suara ketika oleh ambisi kekuasaan itu kemudian hukum mencoba untuk direkayasa melalui MK. Ini yang didengarkan oleh PDIP, karena kami partai yang berasal dari rakyat," ucapnya.
Baca juga: Ribuan Kader PDIP Hadiri Haul Bung Karno, Teguhkan Semangat Perjuangan di Era Digital
Menurut Hasto, pasangan Ganjar-Mahfud dipilih sebagai jawaban terhadap kekhawatiran tersebut karena keduanya berasal dari kalangan rakyat biasa.
Dia menganggap pasangan ini memberikan harapan untuk tegaknya keadilan bagi semua, serta bahwa pemimpin seharusnya berasal dari rakyat, bukan dari kelompok elite.
"Agar politik yang diawali dari pemimpin yang berasal dari rakyat bukan dari kalangan elite yang tercermin dari Pak Ganjar-Prof Mahfud MD memberikan inspirasi bagi seluruh anak-anak muda Indonesia untuk menjadi pemimpin yang digerakkan oleh hati nurani," lanjutnya.
Baca juga: AHY Hormati Sikap Politik PDIP, Tekankan Pentingnya Kritik Konstruktif dalam Demokrasi
Hasto juga menyoroti bahwa Ganjar dan Mahfud memberikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk berkarier dalam politik, dengan menekankan bahwa kualitas, kejujuran, kerja keras, dan komitmen untuk kebaikan masyarakat adalah modal utama, tanpa harus mengeluarkan dana yang besar.
"Ini membangunkan harapan bagi anak-anak muda, bahwa ternyata untuk menjadi pemimpin nasional modalnya adalah kompetensi, kejujuran, kerja keras, membela rakyat, membela yang benar, menjadi pendekar hukum. Ini kemudian anak-anak muda masuk dalam suatu gerbong harapan bersama Pak Ganjar dan Prof Mahfud MD," tandas Hasto.
Editor : Narendra Bakrie
