BAZNAS RI dan BAZNAS Gunungkidul Salurkan Bantuan Pendidikan, Hunian, hingga Pemberdayaan Ekonomi untuk Warga Prasejahtera

BAZNAS RI dan BAZNAS Gunungkidul Salurkan Bantuan Pendidikan, Hunian, hingga Pemberdayaan Ekonomi untuk Warga Prasejahtera © mili.id

Mili.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Gunungkidul menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat prasejahtera di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bantuan tersebut mencakup sektor pendidikan, sosial, perbaikan hunian, sanitasi, hingga pemberdayaan ekonomi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pengentasan kemiskinan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Gunungkidul, Mustangid, kepada Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, di Bangsal Sewokoprojo, Gunungkidul, Rabu (8/7/2026).

Baca juga: 7.380 Siswa Surabaya Terima Bantuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027

Program bantuan yang disalurkan meliputi santunan bagi 1.042 anak yatim piatu, bantuan BAZNAS Microfinance Masjid tahap pertama untuk empat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid, pembangunan 41 unit Rumah Layak Huni BAZNAS, pembangunan 29 unit sarana sanitasi, serta bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa Universitas Gunungkidul dari keluarga kurang mampu.

Idy Muzayyad mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam memastikan dana zakat yang dititipkan para muzaki dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, BAZNAS terus menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi agar mampu meningkatkan kualitas hidup mustahik secara berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang dinilai berhasil mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kepentingan masyarakat.

Baca juga: Sekolah Rakyat Gunakan Data DTSEN, Rekrut Siswa Tanpa Pendaftaran Umum

"Jika pemerintah daerah benar-benar menggandeng BAZNAS, berbagai persoalan sosial dapat ditangani dengan baik. Kabupaten Gunungkidul menjadi bukti nyata dukungan kepala daerah terhadap pengelolaan zakat," ujar Idy.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menilai zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi, penyediaan hunian layak, hingga mendukung ketahanan pangan.

Ia mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat melalui BAZNAS agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: DPRD Kota Surabaya Minta Pemkot Tinjau Ulang Kebijakan Skema Bantuan Pendidikan

Di sisi lain, Ketua BAZNAS Kabupaten Gunungkidul Mustangid mengungkapkan keberhasilan berbagai program tersebut didukung peningkatan penghimpunan dana ZIS yang terus mengalami pertumbuhan.

Menurutnya, penghimpunan zakat yang pada 2021 sebesar Rp1,9 miliar kini meningkat menjadi Rp6,4 miliar. Capaian tersebut didorong dukungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul serta tingginya partisipasi aparatur sipil negara, khususnya di lingkungan pendidikan, dalam menyalurkan zakat melalui BAZNAS.

Dana yang berhasil dihimpun selanjutnya disalurkan ke berbagai program yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, perbaikan hunian, hingga pemberdayaan ekonomi.

Editor : Redaksi



Berita Terkait