Mili.id – Ancaman kecelakaan di Jalan Wonokusumo Jaya, Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Surabaya, kembali memakan korban. Seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor Yamaha Xeon terjatuh saat membonceng ibu dan adik perempuannya yang masih berusia anak-anak, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 22.37 WIB.
Insiden tersebut diduga dipicu kondisi badan jalan yang sangat licin akibat luapan air dari saluran drainase yang tersumbat. Kondisi semakin membahayakan karena diduga bercampur dengan aliran limbah air yang berasal dari salah satu tempat usaha di sekitar lokasi, sehingga permukaan jalan menjadi licin sekaligus mengeluarkan bau menyengat.
Baca juga: Sidak GION Spa, Pejabat Disbudpar Jatim Bungkam Dikonfirmasi Wartawan
Beruntung, ketiga korban tidak mengalami luka berat. Namun peristiwa itu kembali memicu keresahan warga yang selama ini mengaku telah berulang kali memperingatkan bahaya di lokasi tersebut.
Menurut warga, Jalan Wonokusumo Jaya telah lama menjadi titik rawan kecelakaan. Hampir setiap kali saluran meluap, badan jalan berubah licin dan membahayakan pengendara, terutama pada malam hari.
"Sudah sering ada yang jatuh di sini. Saluran mampet, air meluber ke jalan, ditambah limbah dari salah satu pelaku usaha membuat jalan semakin berbahaya," ungkap seorang warga di lokasi.
Warga mengaku telah berkali-kali melaporkan persoalan tersebut kepada perangkat kampung dan menyampaikan keberatan kepada pemilik usaha yang diduga membuang limbah ke saluran drainase. Namun hingga kini, kondisi tersebut disebut belum mendapat penanganan yang serius.
Baca juga: Truk Halangi Badan Jalan, Mobilitas Warga Terganggu
Salah seorang warga berinisial M menyebut persoalan itu telah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa ada solusi yang nyata.
"Sudah sekitar tiga bulan kondisinya seperti ini. Saluran buntu, ditambah kalau usaha ayam geprek sedang beroperasi, air pembuangannya ikut mengalir ke saluran. Akhirnya meluber ke jalan dan bau," ujarnya.
Warga menilai perpaduan antara drainase yang tidak berfungsi dan dugaan pembuangan limbah usaha telah menciptakan "jebakan" bagi para pengendara. Mereka khawatir apabila tidak segera ditangani, korban berikutnya bisa mengalami luka serius bahkan kehilangan nyawa.
Baca juga: Patroli Harkamtibmas Semampir Sasar Bulak Sari dan Bulak Rukem
Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Surabaya bersama instansi terkait segera melakukan normalisasi saluran drainase, menelusuri sumber luapan air, serta menyelidiki dugaan pembuangan limbah yang menyebabkan jalan menjadi berbahaya.
Mereka juga meminta adanya tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan lingkungan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti kecelakaan maupun tindak lanjut atas keluhan warga mengenai saluran drainase yang tersumbat dan dugaan limbah usaha yang mencemari badan jalan.
Editor : Redaksi
