Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar
Mili.id— Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar, menegaskan pentingnya komunikasi publik sebagai instrumen strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Hal itu disampaikan Pulung saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-8 BPC Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Surabaya Raya di Gedung Binaloka Adhikara, Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan UMKM
Mengusung tema “8ersinergi, 8erkarya, dan 8erdampak”, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan talkshow bertajuk “Media, Data, dan Krisis: Menyusun Narasi Krisis di Era Digital, Apa yang Media Harapkan dari PR?” yang menghadirkan sejumlah tokoh media dan praktisi komunikasi.
Menurut Pulung, tantangan komunikasi di era digital semakin kompleks. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik dan membentuk opini publik dengan cepat. Karena itu, pemerintah dituntut mampu menghadirkan komunikasi yang cepat sekaligus akurat dan kredibel.
“Di era digital yang serba cepat, sebuah isu kecil pun bisa berkembang menjadi krisis jika tidak dikelola dengan tepat. Karena itu komunikasi publik hari ini tidak cukup hanya cepat, tetapi juga harus akurat, kredibel, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Pulung.
Ia menilai komunikasi publik kini menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Setiap kebijakan pemerintah selalu berada dalam ruang pengawasan masyarakat sehingga membutuhkan strategi komunikasi yang terukur, humanis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pulung mengatakan, Biro Adpim Jatim tidak hanya berperan mempublikasikan kegiatan pimpinan daerah, namun juga memastikan pesan-pesan kebijakan pemerintah dapat dipahami masyarakat secara utuh dan mampu membangun optimisme publik.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas komunikasi publik pimpinan dengan pendekatan yang lebih strategis, humanis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa komunikasi publik yang kuat tidak dapat dibangun pemerintah sendirian. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari media, akademisi, dunia usaha, komunitas hingga organisasi profesi.
Baca juga: Khofifah Dorong Jatim Mendunia Melalui Ajang MANTRA116 Internasional
Karena itu, keberadaan BPC Perhumas Surabaya Raya dinilai menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat budaya komunikasi yang profesional, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman.
“Kami meyakini komunikasi publik yang kuat hanya dapat dibangun melalui kolaborasi. Dalam konteks itu, Perhumas menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi komunikasi yang berdampak,” tegasnya.
Pada momentum HUT ke-8 tersebut, Pulung Chausar juga menerima penghargaan kategori Mitra Pemerintah Berdampak dari Ketua BPC Perhumas Surabaya Raya, Indriani Siswati. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Biro Adpim Jatim dalam mendukung penguatan komunikasi publik yang kolaboratif dan berdampak bagi masyarakat.
Ketua BPC Perhumas Surabaya Raya, Indriani Siswati, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Biro Adpim Jatim, atas sinergi dan dukungan yang selama ini terjalin erat bersama Perhumas.
“Kolaborasi antara organisasi profesi kehumasan dengan pemerintah seperti inilah yang menjadi energi positif untuk terus menghadirkan komunikasi publik yang berdampak,” ujarnya.
Baca juga: Khofifah Tegaskan Bandara Dhoho Perkuat Pelayanan Haji Jawa Timur
Forum diskusi dalam kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan media dan praktisi komunikasi, di antaranya Pemimpin Redaksi Tribun Network Jatim Tri Mulyono, Direktur Beritajatim.com Saptini Darmaningrum, CEO NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid Naradhipa, serta Kepala Biro LKBN Antara Jatim Malik Ibrahim.
Diskusi membahas berbagai isu strategis mulai dari komunikasi krisis, media monitoring, social listening hingga ekspektasi media terhadap praktisi public relations di tengah dinamika komunikasi digital yang terus berkembang.
Menutup sambutannya, Pulung berharap Perhumas Surabaya Raya semakin solid dan terus memberi kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem komunikasi publik di Jawa Timur maupun Indonesia.
“Komunikasi yang baik bukan hanya soal menyampaikan pesan, tetapi menghadirkan makna, membangun kepercayaan, dan menggerakkan kolaborasi,” pungkasnya.
Editor : Erwin Muhammad
