Mili.id-Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya memberikan kepastian terkait polemik keikutsertaan Iran di Piala Dunia FIFA 2026. Di tengah ketegangan geopolitik yang sempat memicu wacana boikot, Iran dipastikan tetap ambil bagian dan akan bertanding di Amerika Serikat.
Dilansir dari Aljzeera, Kepastian ini menjadi jawaban atas spekulasi yang berkembang sejak awal tahun, menyusul konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Bahkan, sebelumnya sempat muncul pernyataan dari otoritas olahraga Iran yang mengisyaratkan kemungkinan mundur sebagai bentuk protes terhadap salah satu tuan rumah turnamen tersebut.
Baca juga: Penurunan Stunting Terbaik di Pulau Jawa, Khofifah Dianugerahi Penghargaan Persagi
Namun, dalam pembukaan Kongres FIFA terbaru, Infantino menegaskan bahwa situasi telah berubah. “Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026, dan tentu saja Iran akan bermain di Amerika Serikat,” ujarnya, sekaligus membantah kabar bahwa Iran meminta pemindahan venue ke negara lain seperti Meksiko atau Kanada.
Tim nasional Iran yang saat ini ditangani pelatih Amir Ghalenoei memang tampil impresif di babak kualifikasi zona Asia, memastikan satu tempat di putaran final. Kepastian tampil ini sekaligus menegaskan komitmen Iran untuk tetap berkompetisi di panggung sepak bola dunia meski dibayangi dinamika politik.
Baca juga: Khofifah Tegaskan Bandara Dhoho Perkuat Pelayanan Haji Jawa Timur
Infantino menilai keputusan Iran sebagai simbol penting dari persatuan melalui sepak bola. Menurutnya, ajang empat tahunan tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk merajut kebersamaan lintas negara. “Kita semua harus bersatu. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Di turnamen nanti, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Persaingan ketat diprediksi terjadi untuk memperebutkan tiket ke fase gugur.
Baca juga: Hari Bhayangkara Ke-80, Khofifah Apresiasi Dedikasi Humanis Polri
Selama fase grup, Iran dijadwalkan bermain di dua stadion besar di Amerika Serikat, yakni SoFi Stadium dan Lumen Field.
Keputusan ini sekaligus meredakan ketegangan yang sempat menyelimuti persiapan Piala Dunia 2026, dan menegaskan kembali peran sepak bola sebagai jembatan di tengah perbedaan global.
Editor : Erwin Muhammad
