Jawa Timur

Harga Sembako di Jawa Timur Bergerak Dinamis, Cabai dan Daging Sapi Naik, Ayam dan Telur Turun

Harga Sembako di Jawa Timur Bergerak Dinamis, Cabai dan Daging Sapi Naik, Ayam dan Telur Turun © mili.id

ilustrasi sembako

Mili.id - Pergerakan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali menunjukkan fluktuasi pada Senin (30/3/2026). Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, terutama gas elpiji 3 kg, cabai, dan daging sapi. Di sisi lain, harga beberapa bahan pangan seperti daging ayam dan telur justru mengalami penurunan.

Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat karena perubahan harga terjadi hampir setiap hari. Pemantauan harga sembako dinilai penting untuk membantu rumah tangga mengatur pengeluaran di tengah ketidakpastian pasar.

Baca juga: Harga Cabai dan Elpiji di Jatim Naik

Berdasarkan data dari Siskaperbapo Jawa Timur, harga rata-rata sejumlah komoditas utama tercatat masih relatif bervariasi. Beras premium berada di kisaran Rp14.836 per kilogram, sementara gula pasir mencapai Rp17.137 per kilogram. Minyak goreng juga menunjukkan variasi harga, dengan produk curah sekitar Rp19.563 per liter dan kemasan premium Rp20.507 per liter.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. Cabai rawit merah tercatat menyentuh Rp67.806 per kilogram setelah mengalami kenaikan lebih dari 2 persen. Cabai merah besar dan cabai keriting juga ikut merangkak naik. Selain itu, harga daging sapi turut meningkat tipis menjadi Rp125.388 per kilogram, disertai kenaikan harga gas elpiji 3 kg.

Baca juga: Harga Sembako di Jawa Timur Bergerak Dinamis, LPG dan Minyak Naik, Cabai hingga Daging Ayam Turun

Sebaliknya, beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Daging ayam ras turun menjadi Rp40.323 per kilogram, sedangkan ayam kampung turun lebih dalam ke angka Rp69.339 per kilogram. Harga telur ayam ras dan telur ayam kampung juga ikut melemah, begitu pula bawang merah yang sedikit terkoreksi.

Fluktuasi harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan permintaan dan pasokan, kondisi cuaca, hingga kebijakan pemerintah. Selain itu, biaya produksi, distribusi, serta nilai tukar mata uang turut berperan dalam menentukan harga di pasar.

Baca juga: Harga Sembako di Jawa Timur Fluktuatif, Minyak Goreng dan Cabai Naik, Telur Kampung Turun

Para pengamat menilai, kondisi ekonomi dan kelancaran distribusi juga menjadi faktor penting. Gangguan logistik atau cuaca ekstrem dapat menghambat pasokan dan memicu kenaikan harga secara tiba-tiba.

Dengan dinamika yang terus berubah, pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan terus memantau kondisi pasar agar stabilitas harga tetap terjaga. Sementara itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam berbelanja dan menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi harga terkini.

Editor : Redaksi



Berita Terkait