KPK Segel Sejumlah Ruangan Kemenaker, Sita Puluhan Mobil dan Amankan 10 Orang

KPK Segel Sejumlah Ruangan Kemenaker, Sita Puluhan Mobil dan Amankan 10 Orang © mili.id

Immanuel Ebenezer alias Noel saat menjalani retreat di Magelang (instagram)

Jakarta, mili.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel sejumlah ruangan di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Salah satu ruangan yang disegel adalah ruang K3 Kemnaker. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penyegelan tersebut. “Benar,” ujarnya di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Penyidik dijadwalkan menggeledah ruangan itu untuk mencari barang bukti tambahan.

Baca juga: KPK Raup Rp39,8 Miliar dari Lelang Barang Rampasan Koruptor, Dana Disetor ke Kas Negara

OTT berlangsung sejak Rabu (20/8/2025) malam di kawasan Jakarta. Selain Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, KPK juga mengamankan 10 orang lainnya. Status mereka akan ditentukan dalam pemeriksaan 1x24 jam sebelum diumumkan melalui jumpa pers.

Dari OTT itu, KPK turut menyita barang bukti berupa uang tunai, puluhan mobil, hingga sebuah motor Ducati. Meski santer disebut mencapai Rp10 miliar, jumlah pasti uang yang disita belum diungkapkan.

Baca juga: Plt Bupati Muara Enim Tegaskan Asas Praduga Tak Bersalah untuk Edison

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan korupsi di Kemnaker. Sebelumnya, KPK telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus pemerasan terkait Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dengan nilai korupsi Rp53,7 miliar sepanjang 2019–2024. Modusnya berupa pungutan liar berjenjang terhadap perusahaan yang mengurus izin, dengan ancaman permohonan diperlambat atau tidak diproses jika tidak membayar.

Dana hasil pungutan itu diduga dibagikan kepada sekitar 85 pegawai Direktorat PPTKA, selain digunakan untuk pembelian aset pribadi. Dari total Rp53,7 miliar, sekitar Rp8,61 miliar telah dikembalikan ke negara.

Baca juga: KPK Sempat Selidiki Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Lebih Dulu Tetapkan Tersangka

KPK menegaskan masih menelusuri aliran dana dan tidak menutup kemungkinan jumlah pihak yang terjerat akan bertambah.

Editor : Erwin Muhammad



Berita Terkait