Orang Tua Remaja Korban Pengeroyokan Hingga Tewas di Banyuwangi Memaafkan Tersangka

Orang Tua Remaja Korban Pengeroyokan Hingga Tewas di Banyuwangi Memaafkan Tersangka © mili.id

Rombongan Komisi I DPRD Banyuwangi menyambangi kediaman orang tua NR. (Foto: Eko Purwanto/mili.id)

Banyuwangi, mili.id - SB (56) dan AM (50), kedua orang tua mendiang NR (15), korban dugaan pengeroyokan asal Tegaldlimo, Banyuwangi sudah memaafkan keempat tersangka yang sudah menghilangkan nyawa anaknya. Meski begitu orang tua NR meminta keempat tersangka dihukum sesuai peraturan yang berlaku.

"Sudah kami maafkan tapi untuk proses hukum tetap berjalan dan mereka (tersangka) dihukum sesuai undang-undang yang berlaku," ujar ayah NR.

Baca juga: Remaja Surabaya Tewas Diduga Dikeroyok Usai Perselisihan Sandal Crocs Rp1,5 Juta

Orang tua mendiang NR nampak tegar saat rombongan Komisi I DPRD Banyuwangi menyambangi rumahnya di Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Selasa (8/1) lalu. Namun kelopak mata keduanya masih terlihat sembap. Terutama ibu NR yang paling terpukul atas meninggalnya si bungsu.

Meski memaafkan para tersangka, keduanya masih belum siap menerima kedatangan orang tua para tersangka.

Mereka butuh waktu, yang belum tau kapan pintu rumah itu terbuka seperti pintu maaf mereka kepada para tersangka.

"Kami masih butuh waktu. Terutama istri saya yang sangat terpukul atas peristiwa ini," ungkap SB.

Senyum si bungsu masih tergiang meski tujuh harinya sudah lewat. Tahlil untuk mendoakan kepergian almarhum itu sudah rampung dilaksanakan pihak keluarga.

Akan tetapi bayangan remaja yang cukup aktif tersebut masih diingat oleh kedua orang tuanya. Tak hanya SB dan AM, kedua kakak korban pun merasakan kesedihan mendalam.

Apalagi kakak korban yang kedua yang sempat bermain gim Playstation pada pagi sebelum adiknya dilaporkan hilang sejak Sabtu (29/12/2024).

"Kebetulan kakak keduanya itu pas libur kuliah dan sempat main PS bareng adiknya," ujar SB.

Baca juga: Tragedi di Lereng Dukono: Letusan Gunung di Halmahera Tewaskan Dua WNA dan Satu Pendaki Lokal

SB mengungkap tak ada firasat khusus yang dirasakan pihak keluarga. Hanya saja ibu NR sempat memimpikan ada keranda dan kumpulan orang di depan rumah.

Yang ternyata mimpi itu menjadi kenyataan setelah jenazah anaknya diantar pihak kepolisian dan tim medis RSUD Blambangan, Selasa (31/12/2024).

"Setelah anaknya saya meninggal baru dia (ibu NR) cerita habis memimpikan ada keranda dan kerumunan orang di depan rumah," tambahnya.

SB berkeyakinan bahwa anak bungsunya itu bukanlah pribadi yang nakal apalagi sampai minum-minuman keras. Jangankan minum, terkena paparan asap rokok saja anaknya itu langsung menghindar.

Ia pun meminta jika ada stigma negatif yang mengarah ke anak bungsunya itu untuk tidak digembor-gemborkan. SB meminta doa supaya arwah anaknya tenang.

Baca juga: 16 Jenazah Korban Bus ALS vs Truk Tiba di RS Bhayangkara Palembang

"Mohon untuk tidak dibesar-besarkan," ujarnya.

Sebelumya, NR ditemukan setengah telanjang tergeletak di kebun buah naga, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Senin (30/12/2024). Korban tewas diduga dianiaya temannya.

Kondisi korban cukup mengenaskan. Selain kondisi setengah telanjang, wajah korban nyaris tak bisa dikenali. Diduga luka akibat dipukul.

Sejauh ini sudah empat orang yang ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Di mana tiga diantaranya masih remaja di bawah umur.

Editor : Aris S



Berita Terkait