Ilustrasi/mili.id
Bangkalan - Mahasiswi yang tengah hamil dua bulan menjadi korban pembunuhan di Desa Banjar, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura.
Informasi yang dihimpun mili.id, korban digorok, kepalanya dibacok, kemudian dibakar oleh pelaku, yang diduga kekasihnya.
Baca juga: Latihan Pushbike Jadi Pilihan Anak Bangkalan Isi Libur Sekolah, Kurangi Ketergantungan Gadget
Pembunuhan sadis itu terjadi pada Minggu (1/11/2024). Korban diketahui berinisial EJ (20), mahasiswi kampus di Bangkalan, asal Tulungagung.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Risna Wijayati membenarkan pembunuhan tersebut. Saat ini, kasusnya tengah dalam penyelidikan.
"Betul. Laporannya sudah masuk. Sekarang masih didalami," jelas Risna saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2024).
Risna menyampaikan bahwa korban merupakan mahasiswi di Madura. Terduga pelaku yang kini dalam pengejaran, juga disebut masih kuliah.
"Sudah teridentifikasi pelakunya," tegas Risna.
Berdasarkan data yang ia terima, pembunuhan itu terjadi saat pelaku dan korban berboncengan memakai motor korban menuju ke dukun pijat ke Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan.
Di tengah perjalanan, keduanya terlibat cekcok. Korban mengancam lapor ke polisi serta akan mendemo kampus pelaku jika tidak mau tanggungjawab.
Pelaku yang emosi menghentikan laju motornya di tempat sepi. Di situ pelaku mengeluarkan senjata tajam dari pinggang kirinya.
Dia membacokkan senjata tajam tersebut ke leher kiri korban.
Baca juga: 49 Adegan Sadis! Detik-detik Badut Mainan Habisi Mertua di Mojokerto Direka Ulang
Korban sempat berlari menyelamatkan diri. Namun, dikejar pelaku. Beberapa kali pelaku melayangkan bacokan ke bagian kepala korban. Tak puas dengan itu, pelaku menggorok leher korban hingga hampir terputus.
Mengetahui korban tidak bernyawa, pelaku menyeret korban ke bangunan bekas somil. Kemudian pelaku pergi membeli bensin untuk membakar korban.
"Dugaan sementara pelaku merupakan pacarnya korban. Sementera itu dulu ya. Nanti updatenya kami sampaikan lagi," tandas Risna.
Editor : Narendra Bakrie
