Perhiasan Siswi MI di Banyuwangi Diduga Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan itu Hilang

Perhiasan Siswi MI di Banyuwangi Diduga Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan itu Hilang © mili.id

Keluarga korban berada di RSUD Genteng, Banyuwangi (Foto: Eko Purwanto/mili.id)

Banyuwangi - Perhiasan emas yang dikenakan siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Banyuwangi yang diduga korban pemerkosaan dan pembunuhan, diketahui hilang.

Siswi berinisial CN (7), merupakan warga Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru.

Baca juga: 49 Adegan Sadis! Detik-detik Badut Mainan Habisi Mertua di Mojokerto Direka Ulang

Mayatnya ditemukan terlentang dekat gubuk tua dalam kebun kosong tak jauh dari rumahnya, dengan kondisi masih mengenakan seragam sekolah lengkap.

Perhiasan yang melekat pada buah hati pasangan Doni Nur Chusairi (35) dan Siti Aningsih (30) itu adalah anting dan kalung.

Kedua perhiasan emas yang dikenakan korban sudah tak melekat lagi ketika mayatnya ditemukan.

"Informasi yang kita terima dari pihak keluarga, korban mengenakan perhiasan berupa cincin dan kalung. Namun kedua barang itu sudah tidak ada ketika korban pertama kali ditemukan," jelas Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Andrew Vega.

Andrew Vega belum bisa memastikan apakah kedua barang berharga tersebut dibawa kabur pelaku. Pihaknya hingga Rabu (13/11) sore melakukan identifikasi TKP bersama Tim Inafis dan tidak menemukan kedua perhiasan itu.

"Tidak ditemukan kedua perhiasan itu. Yang kita temukan hanya sepatu dan sepeda ontel milik korban yang dibawa saat berangkat ke sekolah," jelas Andrew Vega.

Baca juga: Fakta Baru, Usai Bercumbu Badut Penjual Mainan di Mojokerto Ngamuk Lihat Chat WA Istri dab PIL

Hilangnya perhiasan itu turut dibenarkan Sujiati (55), nenek korban. Menurutnya, kalung dan anting sudah tidak ada ketika cucunya pertama kali ditemukan oleh orangtua, kepala sekolah dan gurunya.

"Sudah tidak ada itu barang (perhiasan) punya cucu. Tadi dikasih tau ibu sama bapaknya kalau kalung dan cincinnya hilang," papar Andrew Vega.

Sujiati mengungkap awal mula cucunya itu hilang sebelum ditemukan tewas. Korban sempat dicari-cari keberadaannya karena tak kunjung pulang dari sekolah.

Sekitar pukul 10.30 WIB bersama kepala sekolah dan guru, orangtua korban keliling kampung menyusuri jalur yang dilalui korban.

Baca juga: Tes Psikologi Ungkap Badut Pembunuh Mertua di Mojokerto Beraksi Sadar, Dipicu Emosi Keluarga

"Karena gak pulang-pulang, kemudian meminta bantuan kepala sekolah dan guru mencari cucu," ungkapnya.

Orangtua korban syok melihat putri bungsunya itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Korban sempat dibawa ke klinik terdekat, tapi bocah malang itu diduga sudah meninggal di TKP. Jasadnya lalu dibawa ke RSUD Genteng untuk diautopsi.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait